AS Veto Draf Resolusi DK PBB Soal Yerusalem

2017-12-20 12:51:24

AS Veto Draf Resolusi DK PBB Soal Yerusalem

Amerika Serikat (AS) hari Senin (18/12) lalu memveto draf resolusi Dewan keamanan PBB yang bertujuan untuk membatalkan keputusan AS sebelumnya yang mengakui Yerusalem adalah ibukota Israel. Meskipun hasil itu tidak di luar dugaan, akan tetapi kemarahan orang Arab mungkin akan terbakar sehingga mengakibatkan konflik yang lebih besar dan meningkatkan kerusuhan di Timur Tengah.

Analis berpendapat, di bawah tekanan rakyat dan opini internasional, hubungan negara-negara Arab maupun sejumlah negara dari dunia Islam dengan AS dan Israel pasti akan mendapatkan pukulan besar, sehingga AS menjadi semakin terisolasi.

Dewan Keamanan PBB hari Senin kemarin (18/12) mengadakan pemungutan suara terhadap draf resolusi yang disusun oleh Mesir itu, hasil pemungutannya adalah 14 suara setuju dan 1 suara menentang. Draf itu gagal diluluskan oleh karena keberatan dari pihak AS, sebagai salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Sebelum pemungutan suara dilakukan, Perwakilan Tetap Mesir untuk PBB pernah menyatakan bahwa rancangan resolusi itu bertujuan untuk menjamin semua niat yang ingin mengubah ciri khas dan susunan populasi di kota lama Yerusalam "tidak akan berhasil dan tidak berlaku". Draf resolusi itu juga mengimbau semua pihak agar tidak mengirimkan diplomat ke Yerusalem.

Presiden AS Donald Trump bertindak atas kemauan sendiri mengenai status Yerusalam. AS menjadi semakin terisolasi sesudah memveto resolusi Dewan Keamanan PBB.

Pakar Tiongkok mengenai masalah Timur Tengah, Ma Xiaolin menunjukkan, mengenai status Yerusalem, rakyat di negara-negara Arab dan negara lain di dunia Islam memberikan tekanan besar kepada pemerintahnya sehingga akan memaksa pemerintah mengambil langkah nyata, sehingga akan mempengaruhi kerja sama pemerintah negara-negara tersebut dengan AS, serta akan memberikan dampak besar kepada hubungan negara-negara itu dengan Israel.

Meskipun kini terdapat sejumlah sikap yang "menolak peranan AS" dari pihak Palestina, tapi proses perdamaian Palestina-Israel sulit mengesampingkan partisipasi AS.

Penyelesaian masalah status Yerusalem melalui perundingan adalah jalur yang diakui oleh masyarakat internasional, AS baru-baru ini juga berkali-kali menekankan akan tetap mendukung perundingan damai Palestina-Israel.

Menghadapi sejumlah rintangan besar dalam proses perundingan damai Palestina-Israel, jika AS ingin mengupayakan perdamaian, maka AS tidak seharusnya menghambat proses perdamaian Palestina-Israel, melainkan harus menyingkirkan rintangannya.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok