Pemberantasan Terorisme di Timur Tengah Pasca Era ISIS

2017-11-27 10:41:08

XINHUA: Serangan mematikan yang terjadi di Masjid al-Rawda di Provinsi Sinai, Mesir utara pada hari Jumat lalu (24/11) mengakibatkan sedikitnya 305 orang tewas. Kaum teroris mengibarkan bendera ISIS ketika melakukan serangan tersebut. Para analis berpendapat bahwa serangan di Mesir kali ini berkemungkinan besar berhubungan dengan ISIS. Kebrutalan serangan tersebut justru menunjukkan bahwa ISIS tengah berada di ambang kehancuran, akan tetapi tugas pemberantasan terorisme tetap menghadapi tantangan berat di kawasan Timur Tengah.

Pada 19 November, pihak militer Suriah mengumumkan telah berhasil merebut kembali Abu Kamal, kubu penting terakhir ISIS di Suriah timur. Saat ini daerah yang masih berada di dalam cengkraman ISIS hanyalah sejumlah desa di Provinsi Dayr az-Zawr, serta daerah padang pasir di bagian barat provinsi tersebut dan sebagian daerah di timur yang berbatasan dengan Irak. Para analis berpendapat, aksi penumpasan terhadap ISIS sudah memasuki babak terakhir. Sekarang kekalahan telak ISIS di bidang militer hanyalah masalah waktu. Akan tetapi, ini tidak berarti bahwa ISIS akan hilang secara tuntas dari Suriah.

Ahli militer Suriah mengatakan, militan ISIS yang kabur kemungkinan berpencar dan bergerilya di daerah padang pasir. Mereka juga mungkin bergabung dengan kekuatan ekstremis lainnya atau terus hadir di Suriah dengan kedok baru. Mereka juga bisa berpindah ke Libya dan Afghanistan untuk bergabung dengan kaum ekstremis setempat dan melakukan pembalasan ketika tiba waktunya.

Sementara itu, aksi militer yang dilancarkan tentara pemerintah Irak terhadap ISIS juga telah memasuki tahap terakhir. Pada 17 November lalu, tentara Irak telah mengambil alih kekuasaan kubu terakhir ISIS di Irak. Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan, Irak telah menghabisi ISIS secara militer, dan ia akan mengumumkan kekalahan akhir ISIS setelah tentara pemerintah mengakhiri aksi penumpasan di bagian barat daerah padang pasir.

Para analis berpendapat, ancaman ISIS terhadap keamanan Irak tetap hadir. Di daerah padang pasir seluas 13.000 kilometer persegi di Irak masih terdapat 800 militan ISIS. Mereka berpendapat, mencegah bangkitnya kembali ISIS dan munculnya organisasi serupa adalah faktor penting untuk mewujudkan kerujukan nasional di Irak.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok