Pihak Oposisi Suriah Koordinasi Pendirian Perundingan Damai

2017-11-23 14:04:21

XINHUA: Para Pihak Oposisi Suriah hari Rabu kemarin (22/11) mengadakan pertemuan di Riyadh, Arab Saudi. Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Masalah Suriah, Staffan de Mistura dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir bersama-sama memimpin pertemuan tersebut.

Staffan de Mistura mengatakan, pertemuan kali ini bertujuan untuk mendorong para pihak oposisi Suriah membentuk sebuah delegasi bersama untuk mengikuti perundingan damai Suriah yang akan diadakan di Jenewa, Swis minggu depan. Ia menyatakan pula sikap optimis para pihak oposisi terhadap pencapaian kesepakatan perundingan damai tersebut. Adel al-Jubeir mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan untuk menemukan solusi adil bagi konflik Suriah.

Pada hari yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani mengadakan pembicaraan di Kota Sochi, Rusia selatan. Ketiga pihak telah bertukar pendapat mengenai kemajuan terbaru dan jalan keluar masalah Suriah serta telah menandatangani pernyataan bersama. Menurut pernyataan tersebut, dengan upaya bersama masyarakat internasional selama beberapa tahun ini, organisasi ekstrim ISIS dan Jabhat Fateh al-Sham yang bercokol di Suriah telah dibasmi. Rusia, Turki dan Iran ke depan akan terus mengupayakan pemberantasan organisasi ekstrim dalam wilayah Suriah secara tuntas. Menurut pernyataan tersebut, Perundingan Damai Astana serta hasilnya yang telah dicapai telah menjadi alat yang efisien untuk memajukan perdamaian dan kestabilan Suriah. Zona penurunan konflik di Suriah telah berhasil menurunkan tingkat kekerasan, meringankan krisis kemanusiaan, mengurangi arus pengungsi, dan telah menciptakan kondisi agar pengungsi dapat pulang ke kampung halaman dengan selamat. Pernyataan itu menekankan, penyelesaian masalah Suriah perlu diadakan dalam kondisi pemilihan yang bebas dan adil dengan prasyarat pembangunan proses politik yang inklusif, bebas, adil, transparan dan dipimpin oleh orang Suriah. Rusia Turki dan Iran akan memberikan bantuan dalam hal tersebut. Akan tetapi, segala usulan politik yang berkaitan dengan penyelesaian krisis Suriah tersebut tidak boleh merusak kedaulatan, kemerdekaan, kesatuan dan keutuhan wilayah Suriah. Rusia Turki dan Iran mengimbau pemerintah Suriah, pihak oposisi dan perwakilan dari berbagai kalangan Suriah untuk berpartisi dalam Dialog Nasional Suriah yang akan diadakan di Sochi baru-baru ini atas dasar penghormatan terhadap prinsip tersebut. Menurut pernyataan tersebut, para fraksi Suriah hendaknya menjamin bantuan kemanusiaan agar dapat memasuki daerah terkait dengan cepat dan aman tanpa hambatan, serta memperdalam saling kepercayaan melalui pembebasan sandera dan tawanan perang, penyerahterimaan jenazah korban tewas, pencarian orang yang hilang dan tindakan-tindakan lain yang membantu proses politik dan gencatan senjata parmanen. Pernyataan tersebut mengimbau masyarakat internasional untuk memberi dukungan kepada peredaan situasi dan pendorongan kestabilan Suriah, termasuk memberi bantuan ekstra kepada rakyat Suriah, mengadakan penyingkiran ranjau, melindungi peninggalan sejarah, serta memulihkan infrastruktur ekonomi dan kehidupan.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok