Konferensi Perubahan Iklim Pertama PBB Dibuka di Bonn Jerman

2017-11-09 13:19:25

Konferensi Perubahan Iklim Pertama PBB Dibuka di Bonn Jerman

Konferensi Perubahan Iklim PBB yang pertama telah dibuka di Bonn, Jerman pada Senin (06/11) lalu. Para peserta akan mengadakan pembahasan lebih lanjut mengenai aturan pelaksanaan "Persetujuan Paris", demi meletakkan dasar yang kuat untuk mengakhiri perundingan tentang aturan pelaksanaan "Persetujuan Paris". Dibandingkan dengan konferensi sebelumnya, konferensi kali ini agak sedikit berbeda, yaitu diadakan pada momen krusial, negara kepulauan kecil mengadakan konferensi untuk pertama kali, dan Tiongkok juga secara aktif memberi sumbangan untuk perundingan internasional mengenai penanganan perubahan iklim.

Pertama-tama adalah momen krusial. Dalam pertemuan dengan media pada hari pembukaan konferensi, Utusan Khusus Tiongkok untuk Urusan Perubahan Iklim Xie Zhenhua beserta delegasi menyatakan bahwa konferensi kali ini merupakan "penyambung atas dan bawah" dan "penyambung depan dan belakang".

Wakil Direktur Kantor Penanganan Perubahan Iklim Komisi Pembangunan dan Reformasi Negara Tiongkok Lu Xinming menjelaskan, yang dimaksud dengan "penyambung atas dan bawah" adalah perundingan aturan pelaksanaan 'Persetujuan Paris' sudah setengah jalan. Konferensi ke-22 Pihak Penandatangan 'Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB' (UNFCCC) yang diadakan di Marrakech telah menyusun rancangan mengenai aturan pelaksanaan 'Persetujuan Paris'. Sementara itu, perundingan mengenai aturan pelaksanaan 'Persetujuan Paris' dijadwalkan akan diakhiri pada Konferensi Ke-24 Pihak Penandatangan UNFCCC pada tahun 2018.

Sedangkan yang dimaksud dengan 'Penyambung depan dan belakang' adalah berbagai pihak memandang tahun 2020 sebagai sebuah ruas untuk menyimpulkan komitmen dan aksi untuk menghadapi perubahan iklim global di masa, sekaligus merencanakan aksi setelah tahun 2020. Dalam prosesnya, penanganan terhadap perubahan iklim global secara umum dibagi dua tahap: tahap pertama, dimulai dari Konvensi tahun 1992 hingga komitmen kedua 'Protokol Kyoto' berakhir pada tahun 2020; tahap kedua, yakni setelah tahun 2020, merupakan tahap pelaksanaan 'Konvensi' dan 'Persetujuan Paris' secara bersamaan.

Lu Xinming menambahkan bahwa Konferensi kali ini berada pada titik pertemuan antara masa kunci perundingan dan kemajuan perubahan iklim. Dibandingkan dengan sebelumnya, konferensi kali ini dimulai lebih awal dan diakhiri lebih lambat, sehingga waktu perundingan lebih panjang.

Kedua, negara-negara kepulauan kecil untuk pertama kali mengadakan konferensi. Negara ketua konferensi kali ini adalah Fiji, dan ini merupakan pertama kalinya negara kepulauan kecil, yang juga negara berkembang menjadi negara ketua Konferensi Perubahan Iklim PBB.

Sebagai "negara separuh tuan rumah", Jerman juga memberikan banyak sumbangan. Pemerintah Jerman menyediakan dana senilai 124 juta Euro sebagai biaya konferensi.

Ketiga, sumbangan Tiongkok. Lu Xinming memperkenalkan, delegasi Tiongkok mempersiapkan 5 butir usulan terkait topik utama perundingan, ini memperlihatkan sikap konstruktif Tiongkok yang secara aktif berpartisipasi dan memimpin perundingan iklim global.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok