Iran Tegaskan Akan Pertahankan Persetujuan Nuklir

2017-10-31 11:21:36

PEOPLE'S DAILY: Menurut laporan Stasiun Televisi Nasional Iran, Presiden Iran Hassan Rouhani mengadakan pembicaraan dengan Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Yukiya Amano yang berkunjung ke Tehran pada hari Minggu lalu (29/10).

Yukiya Amano mengatakan, Iran telah melaksanakan komitmennya yang tercantum dalam Persetujuan Nuklir Iran. Rouhani dalam pembicaraannya dengan Yukiya menegaskan sangat penting bagi IAEA untuk melaksanakan tugasnya secara independen dan adil, dan menyatakan Iran akan meningkatkan kerja sama dengan IAEA dalam jangka panjang di bawah kerangka hukum internasional.

Pada Juli 2015, Iran beserta enam negara terkait masalah nuklir Iran, yaitu AS, Inggris, Prancis, Rusia, Tiongkok dan Jerman mencapai Persetujuan Nuklir. Menurut perjanjian tersebut, Iran berjanji membatasi kegiatan nuklirnya, dan sebagai imbalannya masyarakat internasional mencabut sanksinya terhadap Iran. Dalam proses itu IAEA bertugas sebagai pengawas pelaksanaan persetujuan. Hingga saat ini, IAEA telah berkali-kali mengkonfirmasi bahwa Iran telah melaksanakan Persetujuan Nuklir tersebut.

Akan tetapi, Presiden AS Donald Trump belum lama yang lalu menyatakan AS tidak lagi mengakui Iran telah melaksanakan persetujuan berdasarkan kerangka hukum dalam negeri AS, dan memperingatkan bahwa AS pada akhirnya berkemungkinan menghentikan Persetujuan Nuklir Iran. Dalam 60 hari ke depan, Kongres AS akan mengambil keputusan apakah akan kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran yang sudah diberhentikan sebelumnya.

Jaringan televisi CNN AS melaporkan, Inggris, Prancis, Jerman dan Uni Eropa berturut-turut menyatakan mendukung Persetujuan Nuklir Iran, dan mendesak Kongres AS mempertimbangkan keamanan AS dan negara-negara sekutunya, tidak mengambil aksi apa pun yang mungkin merusak Persetujuan Nuklir Iran.

Stasiun televisi Al Jazeera Qatar dalam analisanya menyatakan, kunjungan Yukiya ke Iran di samping bermaksud menunjukkan “solidaritas” terhadap Iran, juga bertujuan mengundang kecaman media terhadap pemerintah AS. Analis politik Tehran berpendapat bahwa biarpun pemerintah AS mengancam tidak akan melaksanakan komitmennya dalam Persetujuan Nuklir Iran, namun asal negara-negara lain masih terus mempertahankannya, maka persetujuan itu akan terus diimplementasi.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok