“Kemerdekaan” Catalonia Tidak Peroleh Dukungan Masyarakat

2017-10-30 11:00:02

XINHUA: Peristiwa “kemerdekaan” Wilayah Otonom Catalonia Spanyol memasuki babak terakhir pada hari Sabtu lalu (27/10). Parlemen Catalonia secara sepihak mengumumkan “kemerdekaan” dan pemerintah pusat Spanyol langsung mengumumkan mengambil alih kekuasaan Wilayah Catalonia. Para analis berpendapat bahwa aksi kemerdekaan Catalonia terutama disebabkan oleh unsur ekonomi dan sosial di wilayah tersebut, namun upaya memerdekakan wilayah tersebut tidak akan menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial. Tindakan separatis yang mengabaikan hukum tersebut tidak mendapat dukungan di Spanyol, bahkan juga tidak mendapat dukungan di Eropa dan dunia internasional.

Pada 6 September lalu, Parlemen Wilayah Otonom Catalonia meluluskan Rancangan Undang-Undang Referendum yang menetapkan tanggal 1 Oktober sebagai hari referendum. Keesokan harinya, Mahkamah Konstitusi Spanyol memutuskan bahwa referendum tersebut adalah ilegal. Pemerintah Pusat Spanyol juga telah melaksanakan beberapa langkah yang ketat untuk mencegah referendum. Akan tetapi, Wilayah Ototom Catalonia bersikeras mengadakan referendum, bahkan secara sepihak mengumumkan “kemerdekaan”.

Para analis berpendapat, walaupun peristiwa “kemerdekaan” Catalonia berkaitan dengan unsur historis dan budaya, namun sejumlah partai populis barulah merupakan pemicu utama peristiwa tersebut, mereka memanfaatkan masalah ekonomi dan sosial antara Catalonia dengan pemerintah pusat Spanyol untuk membakar sentimen nasionalisme setempat.

Para analis berpendapat, kepada para pemilih Catalonia, partai-partai politik populis hanya menerangkan hasil terbaik yang mungkin tercapai setelah kemerdekaan, namun sama sekali mengabaikan harga yang akan dibayar. Menurut laporan media, dari tanggal 1 Oktober yakni hari diadakannya referendum hingga sekarang, sebanyak 1.500 perusahaan sudah memutuskan untuk menarik diri dari Wilayah Otonom Catalonia, dan 107 perusahaan mengambil keputusan untuk memindahkan markasnya ke daerah lain.

Setelah Parlemen Catalonia mengumumkan kemerdekaan secara sepihak, Senat Spanyol langsung mengaktifkan pasal 155 UUD, memberikan mandat kepada pemerintah pusat untuk mengambil segala langkah demi mempertahankan kesatuan negara. Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy pada hari Sabtu lalu telah mencabut jabatan Presiden Wilayah Otonom Catalonia, Carles Puigdmeont, membubarkan Parlemen Catalonia dan menjadwalkan pemilihan pada 21 Desember mendatang.

Sementara itu, sejumlah negara utama Eropa dan Amerika berturut-turut menyatakan tidak mengakui kemerdekaan Wilayah Otonom Catalonia dan mendukung pemerintah pusat Spanyol memelihara kesatuan negara. Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada 12 Oktober menyatakan, Tiongkok mengerti dan mendukung upaya pemerintah Spanyol untuk memelihara kesatuan negara, persatuan bangsa dan keutuhan wilayah.

Saat ini yang dikhawatirkan masyarakat adalah apakah aksi ambil alih kekuasaan yang akan dilakukan pemerintah pusat Spanyol akan menimbulkan perlawanan kekerasan dari para separatis.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok