Jangan Membiarkan Situasi Semenanjung Memasuki Jalan Buntu

2017-09-18 11:18:02

Pada Jumat lalu (15/9), Korea Utara (Korut) meluncurkan sebuah rudal balistik dan terbang melintasi Hokkaido dan jatuh di perairan Pasifik, sebelah timur Jepang, sehingga mengundang perhatian masyarakat internasional, sekaligus menimbulkan ketidakpastian yang baru bagi ketegangan situasi semenanjung sekarang. Dewan Keamanan PBB dalam pernyataannya hari Jumat mengecam keras Korut yang sekali lagi meluncurkan rudal balistik. Dewan Keamanan PBB menunjukkan bahwa hal tersebut merupakan "provokasi serius" bagi masyarakat internasional.

Pada tanggal 11 bulan ini, Dewan Keamanan PBB menerima resolusi No.2375, menuntut Korut jangan melakukan lagi perluncuran rudal dan kembali ke rel denuklirisasi. Dewan Keamanan menegaskan bahwa berbagai pihak perlu mengambil langkah untuk meredakan ketegangan situasi semenanjung. Resolusi mencerminkan pendirian para anggota Dewan Keamanan untuk memelihara perdamaian dan kestabilan di semenanjung dan di kawasannya, mendorong proses denuklirisasi semenanjung serta memelihara sistem non proliferasi internasional. Peluncuran uji coba rudal Korut pada Jumat lalu telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, sehingga masalah nuklir Korut menjadi lebih rumit.

Sejak tahun 2006, Korut telah melakukan 6 kali uji coba nuklir, sedangkan Dewan Keamanan PBB telah menerima 9 resolusi sanksi atas program nuklir Korut. Sanksi bukanlah tujuannya, yang kunci adalah menarik berbagai pihak kembali ke meja perundingan, mengusahakan solusi politik. Pada saat sensitif yang rumit, situasi semenanjung mungkin menjadi lebih tegang, sebagai pihak-pihak utama dalam masalah nuklir, Korut dan AS seharusnya mengambil sikap tenang dan menahan diri, menghentikan saling merangsang, terus menuju ke arah dialog dan solusi dengan sikap rasio.

Dewan Keamanan PBB pada Jumat lalu menegaskan kembali pentingnya perdamaian dan kestabilan di Semenanjung Korea dan di Asia Timur Laut, menyelesaikan krisis melalui "cara damai, diplomasi dan politik".

Seperti yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, sanksi hanya merupakan separo anak kunci untuk menyelesaikan masalah nuklir Korut, separo anak kunci lainnya adalah dialog dan perundingan, hanyalah kedua separo menjadi satu baru dapat membuka induk kunci. Tiongkok adalah tetangga Semenanjung Korea, selalu mengambil pendirian tegas untuk memelihara denuklirisasi semenanjung, dengan tegas memelihara perdamaian dan kestabilan semenanjung, dengan tegas mendukung penyelesaian masalah melalui dialog dan konsultasi. Gagasan dan usulan pihak Tiongkok tentang "berjalan bersama di ganda rel" dan "ganda penghentian sementara" mendapat dukungan masyarakat internasional, sekaligus merupakan jalan lintas untuk menyelesaikan masalah semenanjung. Dalam masalah nuklir Korut, konfrontasi tidak mempunyai hari depan, solusi militer tidak mempunyai jalan keluar.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok