Penjualan Senjata AS kepada Korsel dan Jepang Tingkatkan Ketegangan Situasi Semenanjung Korea

2017-09-08 10:33:15 Kantor Berita Xinhua

XINHUA: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Senin lalu (5/9) menyatakan di akun Twitternya bahwa dirinya akan memperkenankan Jepang dan Korea Selatan (Korsel) secara besar-besaran membeli perlengkapan militer yang paling canggih dari AS. Dilihat dari perkataan yang dilontarkan pejabat-pejabat tinggi AS, Jepang dan Korsel baru-baru ini, ketiga negara itu jelas akan meningkatkan kerja sama di bidang perlengkapan militer.

Para analis berpendapat, penjualan senjata canggih oleh AS kepada Jepang dan Korsel akan meningkatkan kemampuan militer Jepang dan Korsel. Hal ini kemungkinan besar akan menimbulkan reaksi keras Korea Utara (Korut) sehingga membawa lebih banyak ketidakpastian bagi situasi Semenanjung Korea, bahkan akan meningkatkan ketegangan situasi di kawasan ini.

Menanggapi cuitan Donald Trump di akun Twitternya tersebut, Korut menyatakan tidak akan gentar, bahkan akan melancarkan aksi balasan.

Para analis berpendapat, lampu hijau yang dikeluarkan Donald Trump mengenai penjualan senjata canggih dalam jumlah besar kepada Jepang dan Korsel berarti AS akan menghasilkan keuntungan sebesar belasan miliar dolar AS melalui transaksi amunisi. Sementara itu, tindakan AS tersebut akan meningkatkan kemampuan militer Korsel dan Jepang sehingga "aroma mesiu" di Semenanjung Korea akan menjadi semakin kental.

Tiongkok dan Rusia berpendapat, perketatan sanksi semata-mata tidak akan meredakan ketegangan situasi Semenanjung Korea. Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuannya dengan Presiden Korsel Moon Jae-in pada 6 September lalu menyatakan, penyelesaian masalah Semenanjung Korea tidak boleh hanya mengandalkan pengenaan sanksi dan pemberian tekanan.

Sementara itu, Juru bicara Kementrian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang dalam jumpa pers hari Senin lalu (5/9) menunjukkan, saat ini suara komunitas internasional yang mengimbau penyelesaian masalah nuklir Semenanjung Korea melalui cara damai termasuk dialog dan konsultasi tetap merupakan arus utama. Tiongkok berharap berbagai pihak terkait mendengarkan imbauan rasional dari masyarakat internasional, berkepala dingin dan bukan saling memprovokasi. Dalam penyelesaian masalah nuklir Semenanjung Korea, opsi militer bukanlah alternatif yang efektif, dan sanksi semata-mata bukanlah jalan keluar.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok