Pertemuan Pertama Trump dan Putin

2017-07-10 11:32:15 Kantor Berita Xinhua

Pertemuan Pertama Trump dan Putin

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin Jumat (7/7) lalu mengadakan pertemuan pertama pada sela-sela KTT G-20 di Hamburg, Jerman. Kedua pihak telah membahas masalah-masalah Suriah, Ukraina, anti terorisme dan keamanan internet. Analis berpendapat, walau Trump dan Putin mencapai kesepahaman tertentu dalam masalah gencatan senjata di Suriah, namun AS dan Rusia tetap berselisih besar dalam masalah campur tangan Rusia dalam pemilu AS, kemacetan hubungan kedua negara sulit dipecahkan dengan cepat.

Terpengaruh oleh serangkaian unsur seperti bentrokan Suriah, situasi Ukraina serta celaan AS terhadap Rusia yang dianggap campur tangan terhadap pemilu AS pada tahun 2016, hubungan antara AS dan Rusia mengalami kemacetan. Oleh karena itu, pertemuan tatap muka pertama antara Trump dan Putin sangat mengundang perhatian umum.

Pembicaraan antara Trump dan Putin pada hari Jumat telah berlangsung selama dua jam lebih, jauh melebihi jadwal 45 menit yang ditetapkan semula. Analis menunjukkan, pembicaraan mencakup berbagai topik yang terkait hubungan kedua negara.

Diberitakan, dalam masalah Suriah, Trump dan Putin telah membahas berbagai hal yang menyangkut pembangunan zona peredaan bentrokan. Dalam masalah Ukraina, kedua pihak sepakat untuk membuka jalur kontak bagi wakil resmi kedua pihak untuk koordinasi masalah Ukraina, dalam rangka mendorong pelaksanaan persetujuan Minsk dengan memanfaatkan kekuatan AS di atas dasar "pembicaraan 4 pihak" yaitu Rusia, Ukraina, Jerman dan Prancis. Dalam masalah keamanan internet, kedua pihak berpendapat, krisis keamanan internet kini menjadi semakin menghebat, kedua negara perlu meningkatkan kerja sama untuk menyelesaikan serangkaian masalah keamanan internet.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson bersikap optimis terhadap pertemuan antara Trump dan Putin. Dalam jumpa pers seusai pertemuan, Rex Tillerson mengatakan, pemimpin AS dan Rusia telah bertukar pandangan mengenai keadaan hubungan kedua negara dan arah perkembangan di masa depan, ia menggambarkan pertemuan sebagai "sangat konstruktif", pemimpin kedua negara "cepat saling mengenal", antara kedua pemimpin terdapat "hubungan harmonis yang nyata dan positif".

Yang tak dapat diabaikan ialah, antara AS dan Rusia tetap terdapat perselisihan serius, pertemuan belum menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Misalnya mengenai masalah celaan AS terhadap Rusia yang dianggap mencampuri pilpres AS, Rex Tillerson mengatakan, kedua pihak telah mengadakan pembicaraan yang "sengit dalam waktu panjang" mengenai masalah tersebut. Dalam proses pertemuan, Trump "berulang kali" menyinggung masalah tersebut, namun Putin menyangkal bahwa pihak Rusia bercampur tangan dalam pilpres AS.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam jumpa pers seusai pertemuan menyatakan, Trump sudah menerima pernyataan Putin yang menyangkal campur tangan dalam pilpres AS. Namun hal tersebut disangkal tegas oleh pejabat AS.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok