Minister Konselor Tiongkok di Jepang Berpidato Mengenai Hubungan Tiongkok-Jepang kepada Masyarakat Jepang

2017-07-06 13:26:20

Tahun ini adalah genap 45 tahun normalisasi hubungan diplomatik Tiongkok-Jepang. Kemarin, Minister Konselor Tiongkok untuk Jepang Xue Jian di Yokohama menyampaikan pidatonya yang berjudul “Ciptakan masa depan yang cemerlang bagi hubungan Tiongkok-Jepang” kepada masyarakat Jepang, serta memberikan jawaban mengenai masalah yang menjadi perhatian masyarakat Jepang.

Xue Jian memperkenalkan bahwa hingga tahun 2016, Tiongkok telah 10 tahun berturut-turut menjadi negara mitra dagang terbesar bagi Jepang, perdagangan dengan Tiongkok menduduki 21,6 persen volume total perdagangan luar negeri Jepang. Selain itu, Jepang juga merupakan negara mitra dagang terbesar kedua Tiongkok selain AS.

Xue Jian mengatakan bahwa dalam 45 tahun normalisasi hubungan Tiongkok-Jepang, kini hubungan kedua negara sedang menghadapi transisi struktural yang luar biasa. Dahulu, baik orang, materi maupun dana dan informasi, semuanya dari Jepang masuk ke Tiongkok, sedangkan beberapa tahun ini, lebih banyak arus dari Tiongkok ke Jepang. Di masa depan, keanekaragaman peraliran kedua negara adalah dua arah, dan akan ada lebih banyak hal baru yang dikirim dari Tiongkok ke Jepang, hal ini juga akan menjadi sebuah faktor positif yang mendorong perkembangan hubungan kedua negara.

Tiongkok adalah salah satu negara yang paling banyak diliput oleh media Jepang, namun karena liputan yang berat sebelah dalam jangka panjang oleh media Jepang, banyak masyarakat Jepang yang salah paham dan berprasangka buruk pada Tiongkok. Mengenai inisiatif 'Satu Sabuk Satu Jalan'(OBOR), Xue Jian mengatakan:

“Baru-baru ini, Jepang sangat memperhatikan OBOR. Tetapi, ada satu titik yang saya harap kalian jangan salah paham, ada sejumlah orang di Jepang sering berkata, 'OBOR' adalah keinginan Tiongkok untuk membentuk lingkaran ekonominya sendiri. Yang ingin saya katakan adalah, keadaan yang sebenarnya tidaklah begitu. Tidak peduli negara manapun, asal ada keinginan, semuanya dapat bergabung dengan keunggulannya masing-masing. Gagasan 'OBOR' sangatlah terbuka, tidak didirikan dengan standar partisipasi yang ganjil.”

Mengenai kekhawatiran rakyat Jepang pada kekuatan militer Tiongkok yang semakin meningkat mungkin menjadi ancaman bagi keamanan Jepang, Xue Jian mengatakan:

“Pembangunan pertahanan militer Tiongkok tidak tertuju pada Jepang, atau bertujuan merugikan kepentingan Jepang. Peningkatan kekuatan militer Tiongkok adalah suatu proses alamiah seiring dengan kenaikan kekuatan menyeluruh Tiongkok. Sama seperti bidang ekonomi, masyarakat internasional juga menantikan Tiongkok berpengaruh lebih besar di bidang politik, keamanan internasional, dan Tiongkok juga harus memberi tanggapan. Saat ini Tiongkok adalah negara yang paling banyak mengirim pasukan pemelihara perdamaian di antara 5 negara anggota tetap DK PBB. Situasi yang sama seperti ini masih banyak, saya berharap masyarakat Jepang dapat memahami kenyataan secara lebih menyeluruh.”

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok