Meskipun Capai Kesepakatan, AS dan Korsel Tetap Sulit Tutupi Perselisihan

2017-07-03 12:39:05

Presiden AS Donald Trump mengadakan pembicaraan dengan Presiden Korsel Moon Jae-In di Gedung Putih, pada Jumat (30/6) lalu. Kedua pihak mengadakan pembicaraan mengenai masalah keamanan dan perdagangan. Analis menunjukkan, melihat sikap yang ditunjukkan kedua pihak, AS dan Korsel akan meningkatkan kerja sama pada masalah Semenanjung Korea, namun kedua pihak tetap memiliki perselisihan pada masalah anggaran militer dan perdagangan bilateral.

Dalam jumpa pers bersama pemimpin kedua negara, Trump menyatakan bahwa pihak AS sedang mempererat kerja sama dengan Korsel dan negara-negara terkait mengenai masalah nuklir Semenanjung Kroea melalui jalur diplomatik, keamanan dan ekonomi. Dia menyatakan bahwa 'kesabaran strategis' AS terhadap Korut sudah berakhir, tetapi dia menekankan bahwa target AS ialah mewujudkan perdamaian dan kestabilan di Semenanjung Korea.

Sementara itu, Moon Jae-In menyatakan, pemerintah Korsel dan AS memutuskan untuk memprioritaskan masalah nuklir Semenanjung, dan akan secara erat mengkoordinasikan kebijakan terkait kedua negara. Dia menyatakan bahwa Korsel dan AS akan mengambil langkah secara bertahap dan menyeluruh, termasuk menjatuhkan sanksi dan berdialog dengan Korut.

Sebelumnya dunia luar berpendapat bahwa perselisihan kedua pihak pada masalah nuklir Semenanjung mungkin sangat sulit dihindari, karena Moon Jae-In pernah menyatakan akan mengadakan dialog dan kontak dengan Korut dalam kampanye pemilunya, sedangkan Trump menganjurkan langkah keras terhadap Korut. Namun melihat sikap Moon Jae-in maupun Trump, kedua pihak telah mencapai kesepakatan untuk mengambil langkah gabungan, yaitu memberikan tekanan dan mengadakan dialog.

Mengenai masalah pembagian anggaran militer dan perdagangan, perselisihan kedua pihak tampak lebih menonjol.

Pada masalah anggaran militer, Trump menyatakan, kini AS dan Korsel sedang mengadakan kerja sama mengenai bagaimana menjamin pembagian anggaran militer secara adil. Dia menekankan bahwa pemerintah AS sangat memprioritaskan masalah ini.

Mengenai hal tersebut, Moon Jae-In mengatakan bahwa di samping akan meningkatkan kemampuan pertahanan gabungan Korsel-AS, Korsel juga akan mengupayakan reformasi pertahanan, dan meningkatkan kemampuan pertahanannya sendiri. Analis berpendapat, sikap tersebut memberi sinyal bahwa Korsel akan memikul lebih banyak tanggung jawab, namun menghindari komitmen untuk menanggung lebih banyak anggaran militer.

Pada masalah perdagangan, perselisihan kedua pihak juga terlihat sangat jelas. Trump bahkan dengan terang-terangan memberi tekanan kepada Korsel.

Dalam pembicaraan pemimpin kedua negara, Trump sempat menyatakan bahwa Perjanjian Perdagangan Bebas tidak adil bagi AS, namun Moon Jae-In tidak setuju, dan menyebut perjanjian tersebut adalah saling menguntungkan.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok