IAEA Sebut Bank LEU Pertama Akan Diresmikan

2017-06-13 11:13:02

IAEA Sebut Bank LEU Pertama Akan Diresmikan

Badan atom internasional (IAEA) menggelar pertemuan Dewan Pengurus ke-2 tahun 2017 di Wina, Austria pada hari Senin kemarin (12/6). Pertemuan mengangkat topik-topik mengenai situasi keamanan nuklir global, aplikasi teknologi nuklir serta masalah nuklir Iran, Korut dan Suriah. Direktur Jenderal IAEA Yukiya Amano mengumumkan, fasilitas penyimpanan uranium tingkat rendah atau Low Enriched Uranium (LEU) Bank akan diresmikan pada 29 Agustus mendatang.

Pertemuan Dewan Pengurus IAEA kali ini dihadiri perwakilan dari 35 negara anggota. Direktur Jenderal IAEA Yukiy Amano dalam laporannya menyatakan bahwa proyek Bank LEU sebagai fasilitas penyimpanan uranium di Kazakhstan berjalan mulus, dan menurut rencananya akan dioperasikan secara resmi pada 29 Agustus. Ini adalah bank uranium tingkat rendah pertama di dunia.

Yukiya Amano mengatakan, pemberlakuan mekanisme Bank LEU adalah untuk menjamin pembangkitan listrik dengan uranium tingkat rendah ketika terjadi insiden di luar dugaan. Ke depannya IAEA akan menyusun rencana pembelian uranium tingkat rendah. Uranium tingkat rendah yang diperoleh akan disalurkan ke fasilitas penyimpanan yang dibangun di Kazakhstan pada tahun 2018.

Topik lain yang menjadi fokus perhatian dalam pertemuan kali ini ialah penerapan teknologi nuklir untuk tujuan sipil. Yukiya dalam laporannya mengatakan, tahun lalu IAEA menitikberatkan kerja sama teknologi nuklir pada kesehatan dan nutrisi, keamanan nuklir serta bahan pangan dan pertanian.

Yukiya menyatakan, saat ini dunia semakin tertarik pada listrik tenaga nuklir. Sekarang terdapat 449 reaktor tenaga nuklir yang beroperasi di 30 negara di dunia. Dalam dua tahun terakhir, sebanyak 20 reaktor baru dioperasikan. Ini adalah pertumbuhan tertinggi sejak tahun 1980-an. Sementara itu sebanyak 60 reaktor masih dalam pembangunan, utamanya tersebar di Asia.

Pertemuan Dewan Pengurus di Wina kali ini akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan perjanjian masalah nuklir oleh Iran serta melakukan pembahasan tentang masalah nuklir Korut dan Suriah. Yukiya sekali lagi menyatakan keprihatinan serius atas rencana nuklir Korut dan menyatakan penyesalan mendalam atas kegagalan Korut dalam melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Yukiya Amano mengimbau semua negara bergabung dalam Konvensi Keamanan Nuklir untuk menjamin pemanfaatan tenaga nuklir secara aman.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok