Dialog Kepala Negara AS dan Rusia Undang Perhatian

2017-05-05 10:31:39 CRI

Sejak Donald Trump menjabat presiden AS, setiap interaksi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pasti mengundang perhatian umum. Pada tanggal 2 Mei, Trump dan Putin dalam kontak teleponnya telah menyinggung masalah-masalah konflik Suriah, anti terorisme kawasan Timur Tengah dan situasi Semenanjung Korea. Ini merupakan kontak telepon pertama antara pemimpin kedua negara tersebut pasca AS meluncurkan rudal terhadap Suriah pada bulan lalu, juga merupakan kontak telepon ketiga kalinya sejak Trump menjadi presiden AS.

Memang kontak telepon dianggap sebagai hal yang baik, karena menunjukkan bahwa kedua pihak berkeinginan untuk memelihara kontak antara satu sama lain. Akan tetapi, seusai kontak telepon, pernyataan yang dikeluarkan oleh AS dan Rusia berbeda suaranya, khususnya sikapnya terhadap kontak antara Trump dan Putin yang mempunyai arti kunci ternyata tidak selaras.

Pihak Istana Kremlin menyatakan, Putin dan Trump masing-masing mengutarakan keinginan untuk mengadakan pertemuan selama KTT G-20 di Hamburg, Berlin pada bulan Juli, namun informasi tersebut tidak kelihatan dalam versi yang dikeluarkan oleh pihak Gedung Putih. Selanjutnya Gedung Putih tidak bersedia menjawab pertanyaan dari NBC AS.

"Perbedaan suara yang tidak selaras" atas pertemuan antara kepala kedua negara justru merupakan miniatur dari perubahan dramatik sikap Trump terhadap Rusia sebelum dan sesudahnya serta kebingungan dramatik hubungan antara kedua negara.

Terhadap Vladimir Putin bahkan Rusia, Donald Trump pernah mengalami periode "madu" dalam emosi pribadinya. Sebelum memasuki Gedung Putih dan pada bulan pertama berkuasa, Trump berulang kali memuji Putin dan mengutarakan keinginannya untuk memperbaiki hubungan dengan Rusia. Masyarakat internasional pada umumnya berpendapat bahwa hubungan antara AS dan Rusia sudah keluar dari bayangan gelap, bahkan tidak mengesampingkan kemungkinan tibanya "bulan madu".

Walau antara AS dan Rusia terdapat kepentingan bersama dalam sejumlah masalah seperti anti terorisme dan Suriah, kedua negara memerlukan kerja sama, namun ketidakpercayaan mendalam karena unsur sejarah dan perebutan kepentingan dalam kenyataan telah mengakibatkan kontradiksi strukturisasi antara AS dan Rusia menjadi lebih lebar dan mendalam dari pada Selat Bering.

Selain itu, di belakang dramatik, terdapat pula tidak selarasnya individualitas presiden dengan percaturan politik dalam negeri serta peraduan sengit antara golongan establishment dan golongan anti establishment di dalam Partai Republik, sehingga soal mendekati Rusia telah menjadi masalah yang sulit ditangani oleh Trump beserta kubunya.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok