PBB Serukan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

2017-03-09 11:10:18

Bertepatan pada Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret kemarin, Sekjen PBB Antonio Gutteres dan Direktur Eksekutif Program Wanita PBB, Phumzile Mlambo-Ngcuka masing-masing menyampaikan pidato dan menekankan kesetaraan gender, khususnya pemberdayaan ekonomi perempuan.

Gutteres dalam pidatonya mengatakan, hak wanita adalah hak asasi manusia. Akan tetapi, hak wanita selalu diabaikan di berbagai penjuru dunia. Sebagai Sekjen PBB, Gutteres menyatakan akan melakukan upaya maksimal untuk meningkatkan peranan kepemimpinan wanita dan mewujudkan kesetaraan gender. Akan tetapi, kini dunia tengah berada di masa gejolak, dan jutaan wanita dan anak perempuan justru langsung dihadapkan dengan krisis. Tanpa partisipasi kaum wanita dan anak-anak perempuan, target apa pun tidak akan terwujud, termasuk perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan serta penyelesaian bentrokan. Gutteres berjanji, PBB akan bekerja untuk kaum wanita dan anak-anak perempuan, dari hari ke hari dan di setiap sudut dunia. Ia mengimbau seluruh masyarakat berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Program Wanita PBB menunjukkan, dewasa ini, proses globalisasi dan kemajuan teknologi telah memberikan ruang perkembangan yang lebih besar bagi sebagian wanita yang dapat mengikuti kemajuan zaman. Akan tetapi, di pihak lain, semakin banyak wanita masih terjebak di lingkungan ekonomi ireguler di mana mereka masih minim perlindungan sosial dan hanya mendapat imbalan yang rendah, bahkan sama sekali tidak ada pendapatan. Data dari Program Wanita PBB menunjukkan, wanita usia kerja hanya tercatat kurang dari 50 persen dari total tenaga kerja di seluruh dunia. Sementara itu, jumlah pria usia kerja menyumbang proporsi sebesar 76 persen. Di sejumlah daerah di dunia, kaum wanita dan anak-anak perempuan mengasuh keluarga tanpa imbalan, masih banyak pula wanita yang bekerja dengan imbalan yang rendah, bahkan sering menghadapi perlakuan yang tidak adil. Mereka tidak diberikan gaji yang sama dengan pria, tidak diberikan cuti bersalin dan tidak berhak mengambil keputusan.

Direktur Program Eksekutif PBB Phumzile Mlambo-Ngcuka dalam sebuah pernyataannya mengimbau masyarakat internasional melakukan upaya demi mewujudkan kesetaraan gender pada tahun 2030. Ngcuka dalam pernyataannya menunjukkan, masyarakat internasional wajib menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Dalam proses tumbuh kembang, anak-anak perempuan harus diberikan hak yang sama atas pendidikan. Ia mengimbau masyarakat menyediakan lebih banyak kesempatan kerja kepada wanita, tidak hanya terbatas di sektor layanan dan perawatan, namun hendaknya meluas sampai bidang-bidang industri, kesenian, layanan publik, pertanian modern dan ilmu pengetahuan, bahkan revolusi digital pada masa mendatang.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok