Perundingan Damai Suriah Putaran Baru Digelar di Jenewa

2017-02-23 12:51:44

Perundingan Damai Suriah Putaran Baru Digelar di Jenewa

Utusan Khusus Sekjen PBB untuk masalah Suriah, Staffan de Mistura kemarin (22/2) waktu setempat mengumumkan, perundingan damai Suriah putaran baru akan digelar di Jenewa pada 23 Februari. Ia menyatakan, perundingan kali ini akan mengutamakan pembahasan mengenai proses politik Suriah dengan berlandaskan pada peta jalan yang ditetapkan dalam Resolusi Nomor 2254 Dewan Keamanan.

Perundingan kali ini mengundang perhatian luas masyarakat karena merupakan perundingan pertama dalam 10 bulan terakhir. Dalam perundingan kali ini, para wakil dari pemerintah dan kelompok perlawanan akan berupaya menyelesaikan bentrokan yang sudah berlarut-larut selama 6 tahun.

Delegasi pemerintah Suriah ke perundingan Jenewa dipimpin oleh Wakil Tetap Suriah untuk PBB, Bashar Jaafari. Sedangkan delegasi kelompok oposisi dipimpin oleh Nasr al Hariri, ahli penyakit jantung dan Mohammad Sabra sebagai ahli hukum.

Mitsura dalam jumpa pers kemarin mengatakan, perundingan kali ini terutama akan membahas tiga topik, yakni pertama, pembentukan pemerintah transisi yang dapat diandalkan, inklusif dan sekuler. Kedua, menetapkan jadwal bagi penyusunan draf UUD yang baru. Ketiga, menggelar pemilihan umum Suriah di bawah pengawasan PBB.

Perundingan damai Suriah pada tahun 2016 berakhir tanpa mencapai kesepakatan apa pun karena pemerintah dan pihak oposisi berselisih dalam banyak topik. Perundingan tahun ini telah berkali-kali ditunda dari tanggal 8 hingga 20 Februari dan akhirnya ditetapkan pada 23 Februari. Mitstura menyatakan harapannya agar berbagai pihak dapat menunjukkan sikap positif untuk menyelesaikan masalah secara politik.

Ia berharap kedua pihak peserta perundingan dapat memanfaatkan peluang kali ini karena gencatan senjata mana pun tidak mungkin dipertahankan dalam jangka panjang tanpa tercapainya konsep penyelesaian politik. Ia berharap perundingan kali ini dapat menghasilkan pertemuan lebih lanjut.

Sementara itu, Rusia telah meminta pemerintah Suriah menghentikan pengeboman selama berlangsungnya perundingan perdamaian. Mistura mengharapkan pihak oposisi juga menanggapinya secara positif.

Tiongkok sejak lama melakukan penengahan atas penyelesaian politik masalah Suriah. Utusan Khusus Tiongkok untuk masalah Suriah, Xie Xiaoyan mengatakan, krisis Suriah tidak mungkin diselesaikan secara mudah karena menghadapi kontradiksi bertubi-tubi yang terjadi dalam kurun waktu yang cukup panjang. Ia berharap berbagai pihak tetap bersabar dan terus berupaya, sehingga pada akhirnya menyelesaikan krisis Suriah secara politik.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok