Sinyal Yang Terbaca dari Kunjungan Menhan Baru AS ke Korsel dan Jepang

2017-02-06 11:17:57

Sinyal Yang Terbaca dari Kunjungan Menhan Baru AS ke Korsel dan Jepang

Menteri Pertahanan baru Amerika Serikat (AS) James Mattis melakukan kunjungan ke Korea Selatan (Korsel) dan Jepang pada 2 hingga 4 Februari lalu. Ini adalah kunjungan perdana yang dilakukan James Mattis setelah dilantik sebagai Menteri Pertahanan AS. Para analis berpendapat bahwa kunjungannya kali ini telah menyampaikan sinyal tentang peningkatan hubungan sekutu kepada Korsel dan Jepang.

Menurut laporan media Korsel, James Mattis dalam kunjungannya ke Korsel menyatakan, pemerintah Donald Trump berpendapat bahwa persekutuan AS-Korsel memiliki “sifat penting” yang diprioritaskan dan akan terus ditingkatkan. James Mattis mengatakan, AS akan menjaga sikap yang sama dengan Korsel dalam menghadapi ancaman Korea Utara. Dalam kunjungan tersebut kedua pihak juga sepakat untuk memperluas skala latihan militer dan mengintensifkan persiapan penempatan sistem anti rudal THAAD di Korsel.

Para ahli Korsel berpendapat bahwa James Mattis memilih Korsel sebagai negara pertama yang dikunjunginya sejak dirinya dilantik, ini menunjukkan bahwa pemerintah Trump menaruh perhatian besar pada persekutuan dengan Korsel. Sebelumnya media Korea khawatir hubungan Korsel dan AS akan mengalami perubahan karena Trump pernah menyatakan akan mengambil kebijakan yang berbeda dengan masa lalu dalam hubungannya dengan negara-negara sekutu.

Selama kunjungannya di Jepang, James Mattis melakukan kunjungan kehormatan ke kantor Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Abe dalam pembicaraannya dengan James Mattis menyatakan, Jepang adalah salah satu negara yang lebih dulu dikunjungi James Mattis selaku Menteri Pertahanan AS. Ini membuktikan perhatian AS terhadap Jepang serta hubungan persekutuan Jepang-AS. James Mattis menyatakan, AS akan secara teguh bahu membahu dengan Shinzo Abe dan rakyat Jepang.

Dalam pembicaraannya dengan Abe, James Mattis menegaskan pula pemberlakuan Perjanjian Keamanan AS-Jepang untuk pulau Senkaku yaitu pulau Diaoyu. Pendirian itu dikritik juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Para analis berpendapat, aksi AS untuk meningkatkan hubungan sekutu dengan Korsel dan Jepang akan meningkatkan ketegangan situasi di kawasan Asia Timur Laut, dan tidak menguntungkan bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Asia Pasifik.

Dalam kunjungan Mattis di Korsel, AS dan Korsel telah mengeluarkan pernyataan bernada keras mengenai situasi Semenanjung Korea dan penempatan sistem anti rudal THAAD sehingga telah mendatangkan kegelisahan pada negara-negara terkait. Media Korsel menunjukkan, jika AS benar-benar mengerahkan senjata strategis ke Korsel dan meningkatkan sifat ofensif latihan militer kedua negara, maka hal itu akan meningkatkan nuansa tegang di Semenanjung Korea dan mempersulit penyelesaian masalah nuklir Semenanjung Korea. Sementara itu, rencana penempatan sistem anti rudal THAAD oleh AS di Korsel akan menimbulkan boikot sejumlah negara terkait dan menghadapkan Korsel pada situasi diplomatik yang sulit.

Perkataan James Mattis mengenai pulau Diaoyu selama kunjungannya di Jepang telah menimbulkan ketidaksenangan Tiongkok. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lu Kang dalam jumpa pers menyatakan, pulau Diaoyu beserta pulau-pulau di sekitarnya merupakan wilayah tetap Tiongkok sejak dahulu kala, ini adalah fakta sejarah yang tidak terbantahkan. Apa yang disebut Perjanjian Keamanan AS-Jepang adalah hasil pada masa Perang Dingin dan tidak boleh merugikan kedaulatan dan hak sah Tiongkok.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok