Donald Trump Berjabat, Faktor Belum Tentu AS Bertambah

2017-01-23 10:50:21

Donald Trump Jumat lalu (20/1) diambil sumpah dan dilantik sebagai Presiden ke-45 AS. Dalam pidato inaugurasinya, Donald Trump menegaskan kembali janjiannya tentang “America First”. Pidatonya dikritik penuh nuansa proteksionisme perdagangan. Para analis berpendapat, berkuasanya Trump sebagai presiden AS akan menambah ketidakpastian terhadap kebijakan dalam dan luar negeri AS, sehingga akan mendatangkan terpaan terhadap dunia.

Donald Trump dalam pidatonya menguraikan beberapa macam hubungan yang bertentangan. Pertama dia mengecam para elit politik Washington hanya tahu mempertimbangkan kepentingannya diri sendiri sehingga telah merugikan masyarakat. Ini adalah kontradiksi pertama yang digaris Trump saat menyinggung masalah domestik AS. Kemudian ia mengecam kebijakan bekas pemerintah AS telah merusak kepentingan AS, tapi menguntungkan negara lain. Ini adalah kontradiksi kedua yang diuraikan Trump dalam pidatonya

Apa cara solusinya? Trump mengatakan, sejak hari ini, hanya AS yang akan diprioritaskan, proteksionisme akan mendatangkan kemakmuran dan kekuatan bagi AS. Pemerintah Trump akan menaati prinsip “membeli barang buatan AS dan mempekerjakan orang AS”. Ia menegaskan akan menjalankan politik proteksionisme di bidang perdagangan, perpajakan, imigrasi dan diplomatik. Ia menekankan akan mengembangkan semangat patriolisme agar AS kembali jaya.

Kebijakan luar negeri Trump dianggap sebagai isolasiisme, sebenarnya Trump tidak pernah menyatakan AS akan mundur dari posisi sebagai pemimpin global, juga tidak pernah menyatakan AS akan memperlemah hubungan mitra dengan Eropa, Jepang dan Korea Selatan. Para analis berpendapat, Trump tidak akan melepaskan hak dominasi terhadap tata tertib internasional, tujuannya adalah menjamin AS mendapat kepentingan maksimal dalam proses globalisasi.

Dilihat dari perkataan Trump sejak memegang jabatan presiden, prioritas diplomatiknya akan meliputi bidang-bidang berikut. Pertama, menghidupkan kembali hubungan AS-Rusia, dan memukul ISIS dengan melalui kerja sama dengan Rusia; kedua, mempererat hubungan dengan Israel untuk membendung Iran; ketiga, meningkatkan hubungan spesial dengan Inggris dalam NATO; keempat, menyamakan Islam radikal dengan terorisme dan menjadikannya sebagai sasaran utama dalam pemberantasan terorisme.

Para analis berpendapat, sejumlah kebijakan yang diambil Trump akan mendatangkan banyak resiko kepada AS sendiri bahkan selurh dunia. Selain itu, Trump akan meningkatkan perlengkapan senjata AS, ini berarti AS akan meningkatkan kekuatan militer di seluruh dunia sehingga akan meningkatkan ketegangan situasi di dunia.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok