"Defisit Kredibilitas" Hillary Terus Menanjak

2016-09-12 12:39:40 CRI

Negara Bagian Carolina Utara AS mulai dari tanggal 9 bulan ini memperbolehkan para pemilih untuk memberikan suara di muka waktunya dengan cara mengirim suara. Dengan demikian Pemilihan umum Presiden AS telah mengajukan prosedur pemberian suara.

Pemilihan semakin mendekat, sedangkan masalah kredibilitas calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton semakin mengundang perhatian publik. Ia tidak saja terganggu oleh "Skandal Pintu Mail", baru-baru ini ada penyelidikan yang menunjukkan, bahwa selama menjabat sebagai Menteri Luar Negeri ia tercuriga telah menyediakan status khusus kepada donator Yayasan Clinton. Diungkapkannya serangkaian skandal itu tidak saja menambah variabel kepada Hillary yang ikut serta dalam pemilu dan juga mendatangkan ketidak-puasan yang serius publik AS terhadap para politikus yang mengupayakan keuntungan sendiri dengan menyalah-gunakan kekuasannya.

Di bawah tekanan besar opini umum, mantan Presiden Bill Clinton baru-baru ini menyatakan, kalau isterinya Hillary berhasil menjadi tuan Gedung Putih, Yayasan Clinton akan tidak menerima lagi sumbangan dana dari negara-negara asing dan perusahaan dan ia sendiri juga akan meletakkan jabatannya dari Dewan Komisaris Yayasan.

Meski Hillary terus menekankan bahwa pekerjaanya terlepas sepenuhnya dari Yayasan Clinton, tapi catatan mail sepanjang 725 halaman antara pembantu seniornya dengan lapisan tinggi Yayasan Clinton yang diumumkan lembaga pengawasan kehahiman AS pada bulan Agustus lalu sempat sekali lagi menimbulkan kehebohan.

Sebagian catatan menunjukkan, Abedin, asisten senior Hillary di Departemen Luar Negeri AS berhubungan erat dengan lapisan tinggi Yayasan Clinton dan menyediakan kemudahan kepada orang yang menyumbangkan dana dalam jumlah besar kepada yayasan untuk mengadakan pertemuan dengan Hillary. Seorang tokoh tingkat tinggi Yayasan Clinton bahkan meminta Abedin menyediakan satu pos jabatan di Departemen Luar Negeri kepada seorang yang tidak mengungkapkan namanya dan memperoleh jawaban setuju.

Di pihak lain, AP setelah memeriksa jadwal kerja Hillary selama dua tahun pertama ketika menjabat sebagai Menteri Luar Negeri menemukan bahwa lebih dari separo dalam tokoh-tokoh yang bukan politikus yang diterimanya pernah menyumbangkan uang kepada Yayasan Clinton. Meski kini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Hillary ada perbuatan yang melanggar hukum, tapi Departemen Luar Negeri yang dipimpinnya bersangkut-paut dengan Yayasan Clinton sehingga kesangsian luar mengenai apakah Departemen Luarnegeri yang dipimpin Hillary menyediakan status khusus kepada donator Yayasan Clinton itu diperdalam.

Menurut hasil angket pol yang diumumkan Harian U.S.A. Today, 54 persen responden AS berpendapat bahwa suami isteri Clinton tidak mengambil langkah tepat untuk menghindarkan bentrokan kepentingan dalam menangani urusan Yayasan Clinton. Hanya 30 persen responden menganggap bahwa tuduhan terhadap Hillary itu sama sekali tidak beralasan.

Sejak ia mengumumkan ikut serta dalam pemilu tahun lalu, Hillary terus terganggu oleh defisit kredibilitas. "Skandal Pintu Mail" belum mereda, perbuatan buruk Yayasan Clinton sekali lagi mempersulit Hillary yang ingin memperbaiki citranya. Menurut angket pol Harian U.S.A. Today, 59 persen pemilih menganggap Hillary tidak jujur dan tidak dapat dipercaya.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok