TPP Sulit Diratifikasi Oleh Kongres AS

2016-08-26 11:03:47

Presiden AS Barack Obama kini sedang memobilisasi segenap anggota kabinet untuk meyakinkan Kongres, dengan harapan meratifikasi Persetujuan Kemitraan Trans Pasifik (TPP) setelah berakhirnya pilpres pada bulan November tahun ini, guna memperkuat peninggalan kebijakan perdagangan Asia-Pasifik. Namun, karena perselisihan besar di dalam negeri dan tentangan kandidat Partai Republik dan Partai Demokrat dalam Senat dan Dewan Perwakilan,lapisan tinggi Partai Republik yang menguasai Senat dan Dewan Perwakilan tidak puas terhadap sejumlah pasal, maka TPP sulit diratifikasi oleh Kongres.

Melalui perundingan selama lima tahun lebih, 12 negara antara lain AS, Jepang, Australia, Kanada, Meksiko, Singapura, Brunei, Vietnam dan Malaysia sudah mencapai kesepakatan atas TPP pada bulan Oktober tahun lalu, dan pada bulan Februari tahun ini secara resmi menandatangani dokumen TPP. Akan tetapi, karena TPP terkait 30 bab dan ayat mengenai investasi, jasa, bisnis elektronik, HaKI dan perusahaan milik negara, sementara termasuk sejumlah isi yang tidak tercantum dalam persetujuan perdagangan tradisional, maka warga biasa AS tidak mengenal betul TPP.

Berbagai sektor AS berbeda pendapat terhadap TPP. Data yang disediakan oleh Kantor Perwakilan Perdagangan AS menunjukkan, tercatat 60 asosiasi sektor dan perusahaan, termasuk organisasi perdagangan dan pertanian yang selalu mendukung perdagangan bebas, serta sebagian perusahaan iptek internet, tekstil, busana dan logistik. Namun, industri pembuatan obat-obatan, tembakau, moneter dan otomotif tidak puas atas pasal tertentu, menuntut pemerintah AS untuk mengadakan lagi perundingan.

Persatuan Perburuhan dan Persatuan Serikat Buruh Industri AS, serikat buruh lainnya yang membela kepentingan publik serta organisasi pembela hak konsumen dan pelestarian lingkungan adalah wakil utama yang bersikap menentang, mereka mencela TPP terutama memperhatikan kepentingan perusahaan transnasional tanpa menghiraukan perburuhan, pelestarian lingkungan dan kesehatan publik.

Pemerintah Obama berpendapat, arti strategis TPP sama pentingnya dengan arti ekonomi, TPP tidak saja akan membantu AS untuk memperluas lebih lanjut pasar Asia-Pasifik, tetapi juga menyusun peraturan perdagangan yang baru untuk kawasan Asia-Pasifik, maka sangat penting untuk terus memelihara status pimpinan AS dalam penyusunan peraturan perdagangan. Obama memandang TPP sebagai penyangga ekonomi inti dalam strategi seimbang kembali Asia-Pasifik, dan juga merupakan peninggalan politik utama dari Obama.

Akan tetapi, terpengaruh oleh memanasnya emosi anti perdagangan bebas dalam pilpres AS, rancana Obama tersebut ditentang oleh kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump dan kandidat presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton.

Pemimpin Senat dan Dewan Perwakilan AS sudah menyatakan rasa tidak puas terhadap sebagian pasal TPP dan tidak bersedia mengadakan pemungutan suara pada tahun ini. Dilihat dari keadaan tersebut, TPP sulit diratifikasi oleh Kongres dalam masa bakti Presiden Barack Obama.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok