Komite Paralimpiade Internasional Larang Rusia Sertai Paralimpiade Rio

2016-08-08 11:21:28

Komite Paralimpiade Internasional kemarin(7/8) mengumumkan, berhubung Komite Paralimpiade Rusia tidak dapat menjamin pemberlakuan secara ketat Peraturan Anti Doping Dunia dan ketentuan anti doping terkait dari Komite Paralimpiade Internasional, maka kontingen Rusia akan dilarang menyertai Paralimpiade Rio.

Komite Paralimpiade Internasional dalam pernyataannya mengatakan, setelah mendengarkan laporan lisan dan meneliti laporan tertulis Komite Paralimpiade Rusia, Komite Eksekutif berpendapat, Rusia tidak secara ketat menetapkan ketentuan anti doping terkait, sehingga tidak mempunyai kualifikasi untuk menyertai Paralimpiade Rio.

Setelah mendengarkan kabar ini, pejabat-pejabat olah raga Rusia menyatakan ketidakpuasan, dan menyampaikan gugatan kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional di Lausanne, Swiss.

Ketua Komite Paralimpiade Rusia Vladimir Lukin kemarin malam di Moskow mengatakan kepada pers bahwa Komite Paralimpiade Internasional menyalakan lampu merah kepada atlet Rusia, alasannya sistem anti doping Rusia bermasalah, tapi ini memerlukan kesimpulan setelah mengadakan pemeriksaan. Kesimpulan pemeriksaan seharusnya dikeluarkan, baru dapat mengambil keputusan siapa yang seharusnya dicerca. Sekarang pemeriksaan belum berakhir, Komite Paralimpiade terlalu dini mengambil keputusan , ini kurang rasional.

Ketua Asosiasi Atlet Penyandang Cacat Rusia Seleznyov yang telah menyerahkan gugatan kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional mengatakan, ia menuntut Komite Paralimpiade Internasional menyebut nama atlet penyandang catat Rusia yang dicurigai memakai doping.

"Kami meminta Komite untuk memperlihatkan hasil tes urin atlet, namun mereka bilang tidak memilikinya." demikian dikatakan Seleznyov.

Federasi Panahan Internasional kemarin dalam pernyataannya menentang keras keputusan yang diambil Komite Paralimpiade Internasional yang melarang atlet Rusia menyertai Paralimpiade Rio. Federasi Panahan Internasional mengatakan, keputusan itu melanggar prinsip Fair Play, dan juga didasarkan laporan yang belum selesai, sehingga menurut pendirian Komite Olimpiade Internasional dan lembaga anti doping dunia, pemeriksaan harus diteruskan.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok