Penempatan “THAAD” Tidak Akan Beri Keuntungan bagi Korsel

2016-08-02 12:09:00

Korea Selatan menyetujui penempatan sistem antirudal “THAAD” milik Amerika Serikat di negerinya, hal ini telah memancing pertentangan dari berbagai pihak. Keputusan tersebut tidak hanya mengundang protes dari rakyat Korsel, juga telah mendatangkan reaksi negatif yang serius dari masyarakat internasional.

Baru-baru ini, Komisi Perjuangan Anti Penempatan “THAAD” di Seongju, Korsel telah mengirim surat kepada Paus Katolik Roma dan dua calon presiden AS, Hillary Clinton dan Donald Trump. Dalam suratnya, komisi tersebut menyampaikan himbauan keras kepada rakyat setempat untuk menentang penempatan sistem “THAAD” AS di Korsel, dan berpendapat bahwa penempatan “THAAD” akan merusak perdamaian di Seongju, dan mengakibatkan Semenanjung Korea terjebak ke dalam inti sistem perang dingin yang baru.

Sebagai korban langsung penempatan “THAAD” Korsel, Tiongkok dan Rusia sedang mengadakan kontak erat. Baru-baru ini, Perundingan Keamanan Asia Timur Laut Tiongkok-Rusia Ke-4 diadakan di Moskow. Tiongkok dan Rusia sepakat berpendapat bahwa situasi keamanan Semenanjung Korea dan Asia Timur Laut terjadi perubahan yang rumit, kedua pihak sebagai mitra kerja sama strategis yang menyeluruh, akan lebih lanjut meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan berdasarkan Deklarasi Bersama pemimpin kedua negara mengenai peningkatan kestabilan strategi global. Kedua negara juga akan dengan sungguh-sungguh menjaga kepentingan kedua negara, khususnya kepentingan keamanan strategis dengan cara yang paling dapat diandalkan dan efektif.

Tiongkok dan Rusia menyatakan keprihatinan serius terhadap pendorongan penempatan sistem antirudal “THAAD” di Korsel. Tiongkok dan Rusia sama-sama berpendapat bahwa tindakan non-konstruktif AS yang secara sepihak mengembangkan dan mendorong penempatan sistem antirudal strategis di berbagai tempat di seluruh dunia, termasuk Semenanjung Korea, akan memberi dampak negatif bagi keseimbangan strategis dan kestabilan keamanan regional maupun internasional. Tiongkok dan Rusia dengan teguh menentang rencana terkait AS dan Korsel.

Tiongkok telah berulang kali dan dengan berbagai cara menyatakan keprihatinannya kepada pihak Korsel mengenai masalah keamanan strategis. Mengenai ancaman proliferasi nuklir yang dirasakan Korsel dan berbagai pihak di kawasan ini, Tiongkok sebagai sebuah negara besar yang bertanggungjawab, selalu mendukung denuklirisasi Semenanjung Korea, serta memelihara perdamaian dan kestabilan Semenanjung Korea. Mengenai tindakan Korea Utara tahun ini yang melaksanakan percobaan nuklir dan peluncuran rudal, Tiongkok dan masyarakat internasional dengan aktif bekerja sama untuk mengontrol dan mengendalikan krisis. Seluruh hal itu telah disaksikan berbagai negara seluruh dunia.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok