Masyarakat Korsel Protes Penempatan Sistem THAAD

2016-07-29 11:13:16

XINHUA: Partai Saenuri Korea Selatan (Korsel) sebagai partai berkuasa Rabu (27/7) lalu menyatakan akan membentuk sebuah tim penasehat bersama berkenaan dengan penempatan sistem anti rudal THAAD. Tim tersebut terbentuk dari tokoh-tokoh kalangan militer dan pemerintah serta wakil penduduk dari lokasi penempatan system THAAD. Pernyataan itu diumumkan di bawah latar belakang terus meningkatnya seruan anti penempatan sistem THAAD dalam opini publik Korsel.

Analis berpendapat, perdebatan terhadap sistem THAAD kini sedang memisahkan masyarakat Korsel, penempatan sistem THAAD akan mendatangkan dampak negatif besar-besaran kepada situasi keamanan Asia Timur Laut. Korsel akan menjadi salah satu korbannya.

Sebenarnya, pandangan berbagai partai utama di Korsel mengenai penempatan sistem THAAD belum pernah sepakat. Suasana saling menentang dalam pemerintah Korsel semakin memburuk. Sejumlah besar warga biasa Korsel berpendapat, pengambilan kebijakan pemerintah mengenai penempatan THAAD terlalu cepat, seharusnya mendengar pandangan masyarakat terlebih dahulu. Selama beberapa hari belakangan ini, kegiatan protes terus dilakukan di Korsel. Banyak lembaga masyarakat mengadakan jumpa pers untuk menyampaikan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah itu. Menurut jajak pendapat yang diumumkan media Korsel, sekitar 45,8 persen penduduk berpendapat, fungsi militer THAAD rendah, tindakan penempatan THAAD itu memperhebat kontradiksi antara Korsel dengan negara lainnya, tidak bermanfaat bagi negaranya sendiri.

Analis Korsel menunjukkan, penempatan sistem THAAD bukan hanya masalah penempatan senjata yang menghadapi ancaman nuklir dan rudal Korea Utara (Korut) seperti yang dikatakan oleh pemerintah Korsel, melainkan masalah yang berhubungan dengan keamanan negara, masalah yang berhubungan dengan penyatuan kembali secara damai, keselamatan jiwa rakyat serta pembangunan ekonomi Korsel.

Banyak tokoh Korsel menunjukkan, apabila sistem THAAD akhirnya ditempatkan di Korsel, maka tidak hanya merugikan hubungan diplomatik Korsel dengan Tiongkok dan Rusia, tetapi juga akan membawa dampak negatif kepada kestabilan situasi kawasan serta keamanan sendiri, mereka berharap pemerintah dapat mengubah kebijakan tersebut.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok