Sudan Selatan Sampaikan Belasungkawa kepada Prajurit Pemelihara Perdamaian Tiongkok yang Tewas

2016-07-18 14:04:04

Wakil Sudan Selatan untuk Uni Afrika, James Morgan kemarin (17/7) menerima wawancara khusus dengan wartawan ketika menghadiri Pertemuan Puncak Uni Afrika Ke-27 di Kigali, Ibukota Rwanda. James Morgan dalam wawancara itu mengatakan bahwa Sudan Selatan menyatakan simpati dan belasungkawa kepada prajurit pemelihara perdamaian Tiongkok yang tewas dan cedera dalam bentrokan internal Sudan Selatan, dirinya berharap pemerintah Tiongkok dapat terus mendukung proses perdamaian dan pertumbuhan ekonomi di Sudan Selatan. Kemarin sore, Kedutaan Besar Tiongkok di Uganda menyelenggarakan upacara belasungkawa untuk Li Lei dan Yang Shupeng, prajurit pemelihara perdamaian yang tewas akibat bentrokan.

James Morgan menyampaikan simpati tulus Presiden Sudan Selatan, Salva Kiir kepada pemerintah dan rakyat Tiongkok, khususnya korban cedera dan keluarga korban tewas. Dikatakannya, dengan mempertimbangkan masalah keamanan, Presiden Salva Kiir tidak menghadiri Pertemuan Puncak Uni Afrika tahun ini, melainkan akan berada di dalam negeri untuk berupaya memulihkan situasi menjadi damai dan stabil. James Morgan menyatakan, Tiongkok merupakan mitra kerja sama penting bagi Sudan Selatan, telah memainkan peranan penting dalam memelihara perdamaian dan perkembangan ekonomi di Sudan. Dalam bentrokan internal di Sudan Selatan dari tahun 2013 hingga 2015, Tiongkok tidak pernah meninggalkan Sudan Selatan melainkan aktif mengikuti proses perdamaian di negeri itu, Tiongkok diharapkan dapat terus memainkan perannya demi perkembangan stabil Sudan Selatan. Dikatakannya, dengan ditengahi pemimpin Afrika dan organisasi kawasan, kedua pihak bentrokan Sudan Selatan kini telah mewujudkan gencatan senjata sementara, ia mempunyai keyakinan atas terwujudnya perdamian dan kestabilan dalam jangka panjang. James Morgan menambahkan, Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) adalah kekuatan pemelihara perdamaian satu-satunya yang dikuasai untuk melindungi rakyat biasa, dan akan terus memainkan peranannya. Sudan Selatan tidak mengharapkan terlalu banyak campur tangan pasukan asing, dirinya menganggap negara-negara Afrika hendaknya menyelesaikan masalah melalui kekuatan dan cara sendiri. Ia menyatakan pula, sanksi internasional tidak akan menguntungkan bagi penyelesaian bentrokan internal Sudan Selatan.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok