Presiden Perancis Sebut Insiden Nice Serangan Teroris

2016-07-15 14:47:56

Presiden Perancis, Francois Hollande, menyatakan bahwa serangan di Nice yang menewaskan setidaknya 80 orang tak dapat dimungkiri lagi memang merupakan tindakan teroris. Hollande mengadakan rapat mendadak pada Jumat (15/7). Rapat di Kementerian Dalam Negeri Perancis itu rampung sekitar enam jam setelah serangan truk di Nice ini terjadi menjelang tengah malam pada Kamis (14/7). Saat itu, warga sedang merayakan hari nasional Perancis atau yang biasa disebut Bastille Day. Pengendara truk itu menyetir dengan kecepatan tinggi sepanjang Promenade des Anglais dan menabraki kerumunan orang. Setelah melakukan penyelidikan awal, polisi menemukan senapan, bahan peledak, serta granat di dalam truk itu. Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan di bawah lembaga antiteror Perancis. Sementara itu, warga yang berada di sekitar kejadian diperintahkan untuk tetap berada di dalam rumah.

Hollande pun menyatakan bahwa situasi darurat di Perancis yang dicanangkan setelah serangan pada November lalu, akan diperpanjang hingga tiga bulan ke depan.

Pada 13 November tahun lalu, sebanyak 130 orang tewas dalam teror Paris di kafe, restoran, gedung konser Bataclan, dan stadion sepak bola Stade de France. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan.


Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok