Peter Navarro, Orang Tipikal Yang Tidak Tahu Malu

2019-10-21 14:59:55

Ketua Komisi Perdagangan Nasional Gedung Putih, Peter Navarro, yang selama ini terus bertindak nekat memfitnah Tiongkok sekali lagi memperlihatkan karakternya yang tidak tahu malu dalam seribu satu akalnya “menodai Tiongkok”.

Isapan jempol atau hoaks tetaplah kebohongan dan bukan kenyataan. Baru-baru ini, situs pers kabel CNN AS beserta sejumlah media lainnya memberitakan, bahwa Peter Navarro terpaksa memberikan responsnya terhadap pengungkapan seorang ahli warga Australia, dan mengakui bahwa dalam buku yang berjudul Death by China dan beberapa judul buku lainnya, memang telah direka Ron Vara, seorang “ekonom” yang memang fiktif atau hasil rekaannya untuk menyuarakan pandangan yang memusuhi Tiongkok. Pada hal, nama rekaan Ron Vara bukanlah orang asli, melainkan tiruan dari namanya diri sendiri, dan figur fiktif itu hanya digunakannya untuk mengekspresikan pandangannya, atau hanya sebagai hiburan saja, sama sekali bukan nara sumber asli. Peter Navarro bahkan memberikan penjelasan bahwa “pada akhirnya ada juga orang yang bisa menemukan lelucon tersebut yang sudah tersembunyi selama bertahun-tahun”.

Seperti pepatah yang berbunyi: tidak ada asap kalau tidak ada api. Teman-temannya, termasuk para mitranya dari New York Times dan rekan-rekannya yang juga dari sayap “elang” berturut-turut menyatakan terkejut dan keraguannya terhadap Peter Navarro. Bahkan Pearson Plc yang terlibat dalam menerbitkan buku Navarro juga mengutarakan kemarahannya karena sudah terkelabui dalam hal ini, dan mengadu akan menindaklanjuti insiden tersebut. Akan tetapi, sampai sekarang, Gedung Putih, di mana Peter Navarro bertugas, masih pura-pura membisu dan membungkam.

Yang lebih-lebih mengejutkan ialah, Peter Navarro, yang selama ini berlagak selaku penasihat pertama Presiden AS untuk urusan kebijakan Tiongkok malah sama sekali tidak menunjukkan rasa malu atau introspeksi atas lelucon buatannya sendiri, dan hanya menyebutnya sebagai “candaan” yang tersembunyi bertahun-tahun. Atas tindakan keji Navarro tersebut, seorang cendekiawan dalam keadaan amarah memberi komentarnya: “Orang yang tidak tahu malu banyak sekali. Namun orang yang tidak tahu malu sampai titik ekstrem seperti Peter Nevarro sulit ditemui!”

Peter Navarro yang berkiprah di arena politik AS melalui siasatnya yang mereka kenyataan kenapa bisa memperoleh gelar kehormatannya”sebagai “ahli”? Sebabnya ialah di AS masih banyak orang yang mendukung pikiran perang dingin dan Zero Sum Game yang klise. Sebagian politikus dan spekulator politik AS memang pandai memainkan taktiknya dengan menggunakan kedua pemikiran lama itu untuk merekayasa dan menyebarluaskan “ancaman Tiongkok”, bahkan sengaja membuat rekaan untuk “dijual” ke mana-mana. Tingkah lakunya tidak hanya merugikan kesejahteraan rakyat Tiongkok dan AS, tapi juga seluruh masyarakat. Tindakannya tak lain tak bukan tindakan keji dan tercela yang menghalangi momentum perdamaian dan pembangunan dunia.



Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok