“Tiongkok Hijau” Tingkatkan Citra Ekosistem Global

2019-10-07 14:40:21

Menurut hasil survei berdasarkan citra dua satelit yang dirilis Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Februari 2019, Bumi terpantau lebih hijau dan rimbun jika dibanding pada 20 tahun yang lalu. Laporan NASA mencatat bahwa peningkatan kawasan hijau di Bumi berkat proyek penanaman pohon yang dilakukan oleh Tiongkok dan India pada kurun waktu antara 2000 hingga 2017. Data menunjukkan bahwa penambahan area hijau di Bumi sebesar 5 persen. Di antaranya, area hijau tambahan di Tiongkok meliputi 25 persen dari area tambahan total global, yakni menempati urutan pertama di dunia. Dari seluruh peningkatan kawasan hijau di Tiongkok tersebut, 42 persen disumbangkan upaya pembuatan pohon besar-besaran.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok berturut-turut menyusun atau merevisi 9 undang-undang ekosistem dan 20 lebih peraturan atau regulasi terkait pelestarian lingkungan, yang secara sistematis membentuk perangkat hukum Tiongkok dalam melindungi udara, sumber air, tanah, ekosistem dan keamanan nuklir. Pada 2015, Tiongkok mulai memberlakukan UU Pelestarian Lingkungan yang terketat dalam sejarah. Sejak pemberlakuannya, Tiongkok telah mencapai hasil signifikan dalam pelestarian lingkungan.

Perkembangan hijau Tiongkok juga berkat partisipasi luas masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Pada 1981, Tiongkok menginisiatifkan kegiatan penanaman pohon nasional. Proyek penanaman pohon yang bertajuk “Ant Forest” telah memperoleh hadiah Earth Bodyguard dari Program Lingkungan Hidup PBB UNEP. Proyek Ant Forest yang berkombinasi iptek internet dengan pelestarian lingkungan merupakan inovasi yang mendorong masyarakat menerapkan pelestarian lingkungan melalui pola hidup yang rendah karbon. Terhitung hingga Agustus lalu, sebanyak 500 juta orang berpartisipasi dalam kehidupan rendah karbon “Ant Forest”, yang secara akumulatif mengurangi emisi karbon sebesar 7,92 juta ton, dan memanfaatkan energi hijau yang terkumpul untuk menanam 122 juta batang pohon di kawasan yang terancam penggurunan.

Perubahan iklim adalah tantangan bersama yang dihadapi umat manusia, dan pelestarian lingkungan membutuhkan partisipasi merata seluruh global. Sebagai negara besar yang bertanggung jawab, Tiongkok selalu mengutamakan kerja sama internasional dalam penanganan perubahan iklim, dan untuk itu telah mengesahkan 30 lebih konvensi atau protokol multilateral terkait pelestarian lingkungan. Sementara itu, Tiongkok aktif berpartisipasi dalam pemerintahan lingkungan global, terlebih dulu mengumumkan Konsep Tiongkok tentang Pelaksanaan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030. Tiongkok berencana membangun kawasan yang dilintasi Sabuk dan Jalan sebagai Jalur Hijau. Atas prakarsa Tiongkok, negara-negara sepanjang jalur tersebut beserta organisasi internasional telah menandatangani 50 lebih dokumen kerja sama, termasuk pembentukan Persatuan Internasional Pembangunan Hijau dalam Kerangka Sabuk dan Jalan.

Dalam KTT Aksi Perubahan Iklim PBB pada akhir September lalu, Tiongkok menegaskan akan dengan sungguh-sungguh melaksanakan kewajibannya yang tercantum dalam Konvensi Kerangka Perubahan Iklim PBB dan Perjanjian Paris. Sementara itu, Tiongkok menegaskan perlunya mempertahankan multilateralisme dalam penanganan perubahan iklim serta menaati prinsip pokok “kebersamaan dengan tanggung jawab berbeda”.Pernyataan tersebut sudah sekali lagi menyatakan kebulatan hati Tiongkok untuk menghadapi perubahan iklim dengan menunjukkan tanggung jawabnya sebagai negara besar.



Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok