Satu Negara Dua Sistem Merupakan Dasar Sistem Perlindungan Konsuler Hong Kong

2019-09-12 12:55:06

Baru-baru ini, para anggota staf Kantor Komisaris Kementerian Luar Negeri Tiongkok di Hong Kong, Departemen Imigrasi Wilayah Hong Kong serta bagian Konsuler Kementerian Luar Negeri Tiongkok menginspeksi pekerjaan perlindungan konsuler bagi warga Hong Kong di Melbourne dan Brisbane Australia. Menurut penjelasan wakil Kantor Komisaris Kementerian Luar Negeri Tiongkok untuk Hong Kong, selama 4 tahun ini, Kementerian Luar Negeri, Kedubes Tiongkok di luar negeri, Kantor Komisaris Kemlu dan pemerintah daerah khusus Hong Kong bekerja sama dan telah menangani 10 ribu lebih kasus perlindungan konsuler warga Hong Kong, dan telah menjamin keselamatan saudara-saudara setanah air Hong Kong. Satu Negara Dua Sistem merupakan dasar sistem perlindungan konsuler bagi warga Hong Kong.

Pejabat Kantor Komisaris Kementerian Luar Negeri Tiongkok untuk Hong Kong Zheng Jie hari Rabu kemarin (11/9) di depan briefing pers menyatakan, sejak bulan Januari 2015 hingga Juni 2019, pihaknya telah menangani 10 ribu lebih kasus perlindungan konsuler warga Hong Kong. Ia amengatakan, semua kasus itu diselesaikan dengan kerja sama Kementerian Luar Negeri, Kedubes Tiongkok, Kantor Komisaris Kementerian Luar Negeri dan pemerintah daerah khusus Hong Kong untuk bersama-sama membantu menyelesaikan kesulitan yang dihadapi warga Hong Kong di luar negeri dan menyediakan jaminan bagi perjalanan mereka.

Zheng Jie mengatakan, pihaknya sejauh ini telah menangani 10 ribu lebih kasus perlindungan konsuler warga Hong Kong, menyediakan perlindungan dan layanan konsuler dalam segala situasi dan bebas hambatan bagi saudara-saudara setanah air Hong Kong, membentuk sebuah jaringan perlindungan yang ketat dan telah memanifestasikan keunggulan Satu Negara Dua Sistem.

Direktur Departemen Imigrasi Wilayah Hong Kong Kuang Huixian memperkenalkan, sejak bulan Januari 2018 hingga Juni 2019, di Australia total telah terjadi 270 kasus perlindungan konsuler, di antaranya, 78 persen kasus yang terbanyak adalah kehilangan dokumen, kemudian peristiwa di luar dugaan yang mendadak seperti kecelakaan lalu lintas dan bencana alam.

Zheng Jie menekankan, Australia dan Selandia Baru merupakan tempat favorit bagi warga Hong Kong untuk berwisata, bekerja dan memperdalam studi, sehingga kerap terjadi kasus perlindungan konsuler. Kegiatan inspeksi di Australia kali ini justru diharapkan dapat mengadakan pertukaran langsung dengan lembaga kepolisian dan pariwisata setempat, memahami keadaan setempat guna menyempurnakan pekerjaan dan layanan perlindungan konsuler, khususnya meningkatkan pekerjaan preventif perlindungan konsuler.

  Ia secara khusus menyinggung bahwa baik wisatawan dari daratan maupun dari Hong Kong selalu kurang sadar terhadap pentingnya asuransi pariwisata, dan dalam keadaan mendadak perlindungan bagi mereka sangat pasif.

Zheng Jie menyatakan, Kementerian Luar Negeri, Kantor Komisaris Kementerian Luar Negeri, Kedubes dan pemerintah daerah khusus Hong Kong akan terus menyempurnakan pekerjaan perlindungan konsuler dan menyediakan jaringan perlindungan bagi warga Hong Kong yang berwisata, bekerja dan belajar di luar negeri.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok