Liu Xin Bertamu di CNBC

2019-09-05 16:04:54

CNBC adalah salah satu media yang paling berpengaruh dan berkredibilitas di bidang pemberitaan moneter AS. “Studio Wall Street” CNBC terletak di lobi lantai satu Bursa Efek New York.

Acara itu direkam pada hari transaksi pertama setelah Tiongkok dan AS saling mengenakan tarif tambahan. Ketika melewati pintu pemeriksaan, Liu Xin telah melihat twitter Presiden AS yang bernada optimis. Saat pembukaan, ia menyaksikan sebuah kejadian yang mengejutkan. Indeks Dow Jones anjlok 400 poin. “Berita tepat terjadi di depan mata kita”. Dari sopir mobil carternya, Liu Xin mendapat sebuah data. Jumlah tamu dari Tiongkok menurun secara nyata dengan skala penurunan sekitar 8 - 10 persen.

Liu Xin mengatakan, stasiun televisi New York juga tengah berebut untuk melaporkan perang perdagangan. Artikel mengatakan, tarif merupakan sejenis pajak yang dipungut dari warga sipil dan itu harus ditanggung oleh warga sipil.

Pada tanggal 30 Mei, Liu Xin berdialog dengan pembawa acara Fox Bussines Network, Trish Regan. Liu Xin mengenakan sebuah jas berwarna hijau dan sangat berwibawa dalam acara.

Ketika ditanya tentang dipindahkannya perusahaan AS dari Tiongkok, Liu Xin menjawab bahwa hal tersebut sebenarnya telah dimulai sebelum perang dagang. Inilah fenomena normal perpindahan rantai nilai. Perusahaan memindahkan pabriknya ke negeri yang lebih murah tenaga kerjanya seperti Vietnam atau sejumlah negara Afrika. Ini adalah gejala ekonomi yang normal. Akan tetapi, Tiongkok tidak akan mengenakan tarif ekstra terhadap Vietnam dan negara-negara Afrika karena perpindahan rantai nilainya. Ia mengatakan, dirinya selalu ingin memberitahukan hal ini kepada warga AS bahwa tiap negara sedang menghadapi masalah perpindahan rantai nilai dan mereka diharapkan dapat mempunyai perasaan yang sama seperti Tiongkok.

Saat mengundang Liu Xin, menurut rencana, durasi acara “Squawk on the Street” berlangsung selama 5 hingga 6 menit, namun saat perekaman acara tersebut diperpanjang sekitar 13 menit.

Liu Xin mengatakan, mereka sangat berminat pada Tiongkok dan ingin mengetahui pandangan Tiongkok tentang perang dagang, tentu akan ada banyak pertanyaan yang inigin dipertanyakan.

Di lapangan ada 3 pembawa acara. Terhadap pernyataan yang tajam, Liu Xin tidak merasa tersinggung, dan memahaminya. Karena sebagai wartawan, pertanyaan harus profesional dan tajam. Sebaliknya, dari interaksi itu, ia merasakan adanya persahabatan dan bukannya konfrontasi.

Sebenarnya hal ini tak sulit dimengerti. Bertukar pendapat secara langsung, secara alami komunikasi akan menjadi lebih lancar.

Meninjau kembali masalah ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS saat ini, memiliki logika yang sama, komunikasi yang tulus barulah kunci penyelesaian masalah.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok