Masalah Hong Kong Mutlak Tidak Boleh Ditawar Menawar dalam Perundingan Ekonomi dan Perdagangan

2019-08-31 16:27:24

Pada hari Jumat kemarin (30/8) waktu setempat, sejumlah politisi AS kembali menguar-uarkan adanya hubungan antara perundingan dagang AS-Tiongkok dengan masalah Hong Kong. Akan tetapi, pada sebulan yang lalu, justru orang-orang itulah yang menegaskan bahwa “Hong Kong adalah sebagian wilayah Tiongkok, dan mereka harus menyelesaikan masalahnya diri sendiri tanpa perlu mendengar usulan orang lain”.

Dunia luar sudah mencatat bahwa tiap kali ketika perundingan ekonomi dan dagang AS-Tiongkok berjalan mulus, sejumlah orang di AS akan menyatakan tidak akan mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok. Jika situasi meningkat, maka mereka akan langsung menghubungkan masalah Hong Kong dengan negosiasi perdagangan AS-Tiongkok. Sikap plinplan dan perkataan simpang siur itulah sepertinya sudah menyingkap tampan aslinya yang selalu memperalatkan masalah Hong Kong untuk tawar menawar dalam negosiasi dengan Tiongkok, atau menggunakan masalah Hong Kong demi memberikan tekanan kepada Tiongkok, pada hal mereka sama sekali tidak memperhatikan seperti apa situasinya di Hong Kong.

Urusan Hong Kong sama sekali adalah urusan dalam negeri Tiongkok. Pemerintah Tiongkok melaksanakan kedaulatan di Hong Kong dengan berlandaskan pada UUD dan UU Pokok Hong Kong, kekuatan luar mana pun atau individu siapa pun dari luar tidak berhak untuk mencampurinya. Seandainya sejumlah politisi AS sudah secara terbuka mengakui Hong Kong adalah bagian wilayah Tiongkok, dan berpendapat Tiongkok seharusnya menyelesaikan masalahnya diri sendiri, maka mereka diharapkan dapat memenuhi komitmennya. Menghubungkan masalah Hong Kong dengan negosiasi dagang AS-Tiongkok dan memaksa Tiongkok melakukan kompromi, itulah sama sekali angan-angan dan ilusi belaka, dan tidak akan pernah berhasil.

Tiongkok selalu menganjurkan perundingan seputar masalah ekonomi dan perdagangan tanpa diikutsertakannya masalah lain. Baru-baru ini AS terus menyampaikan pesan untuk melanjutkan konsultasi tatap muka dengan Tiongkok. Tiongkok berpendapat, membatalkan rencana penerapan tarif tambahan terhadap produk senilai 550 miliar dolar AS asal Tiongkok agar perang dagang tidak lagi meningkat adalah tugas yang paling urgen dewasa ini. Tiongkok bersedia terus memelihara komunikasi yang efektif dengan pihak AS dan menyelesaikan masalah dengan pendekatan konsultasi.

Tiongkok berkeyakinan mampu menangani urusan dalam negerinya secara sebaik-baiknya, dan juga mampu mengatasi segala dampak negatif akibat sengketa dagang dan ekonomi. Intrik apa pun yang ingin menggunakan masalah Hong Kong sebagai alat tawar menawar dalam perundingan ekonomi dengan Tiongkok tidak akan pernah berhasil.



Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok