Tiongkok Tuntut AS Segera Cabut Rencana Penjualan Senjata kepada Taiwan

2019-08-30 13:01:28

Juru bicara pers Kementerian Pertahanan Tiongkok Ren Guoqiang hari Kamis kemarin (29/8) di Beijing menuntut pihak AS untuk segera mencabut rencana penjualan senjatanya kepada Taiwan, segera menghentikan hubungan militernya dengan Taiwan, dan segara menghentikan aksi provokatifnya termasuk menyerbu wilayah perairan dan udara di sekitar Kepulauan Nansha, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tak terduga. Ia juga menyatakan, pengunduran diri AS dari Perjanjian Traktak Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF) akan memberikan dampak negatif bagi keamanan dan kestabilan internasional dan regional.

Pada tanggal 20 Agustus lalu, Departemen Luar Negeri AS secara resmi mengumumkan pengizinan rencana penjualan 66 pesawat tempur F-16V senilai delapan miliar Dolar AS kepada Taiwan. Pihak militer Tiongkok menyatakan kekecewaannya dan penentangan tegas terhadap hal tersebut, dan melayangkan protes dan teguran yangb serius terhadap pihak AS.

Dalam jumpa pers kemarin Ren Guoqiang menegaskan, prinsip Satu Tiongkok adalah dasar politik hubungan Tiongkok-AS, namun yang disesalkan adalah bahwa AS selalu bermaksud “mengikat Tiongkok dengan menggunakan Taiwan”, serta berulang kali melanggar prinsip Satu Tiongkok dan peraturan Tiga Komunike Bersama Tiongkok-AS. Hal-hal tersebut memperlihatkan citra AS yang tidak mempunyai kredibilitas internasional, tidak adil dan tidak bermoral.

Pihak Tiongkok pernah dua kali menyatakan untuk menjalankan sanksi terhadap perusahaan AS yang ikut serta dalam penjualan senjata kepada Taiwan. Berkenaan dengan berbagai analisa kalangan luar terhadap efek sanksinya, Ren Guoqiang menegaskan, niat apapun yang mencoba memecah belah Tiongkok tidak akan berhasil, dan peremehan apapun terhadap tekad tentara Tiongkok sangat berbahaya.

Belum lama ini, setelah mengundurkan diri dari Perjanjian INF, AS secara melakukan uji coba peluncuran sebuah rudal jelajah berbasis darat reguler yang dibatasi dalam perjanjian tersebut. Saat menjawab pertanyaan terkait, Ren Guoqiang mengatakan, hal ini memperlihatkan bahwa pengunduran diri AS dari perjanjian sudah lama direncanakan. Hal ini mungkin akan mengakibatkan risiko perlombaan senjata dan perlawanan senjata, juga akan memberikan dampak negatif terhadap keamanan dan kestabilan internasional dan regional.

Ren Guoqiang juga menyatakan, Tiongkok selalu memegang kebijakan pertahanan defensif, menaati prinsip untuk tidak mengunakan senjata nuklir terlebih dahulu, dan tidak pernah berpartisipasi dalam perlombaan senjata dalam bentuk apa pun. Tiongkok tidak akan ikut dalam “perundingan pengontrolan militer Tiongkok, AS, Rusia” yang diajukan oleh AS.


Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok