Memaksa Perusahaan AS Mundur dari Tiongkok secara Administratif Hanyalah Sebuah Angan-Angan

2019-08-26 11:51:47

Berkenaan dengan pengenaan tarif tambahan terhadap komoditi Tiongkok senilai 300 miliar dolar Amerika oleh pihak AS, pihak Tiongkok baru-baru ini terpaksa mengeluarkan langkah pembalasan konkret. Sejumlah orang AS menuntut perusahaan AS untuk segera menarik diri dari Tiongkok dengan mencari konsep pengganti atau menanam modal di AS. Argumentasi yang membelakangi hukum ekonomi pasar tersebut ditentang secara merata oleh kalangan ekonomi AS.

Sejak meletusnya pergesekan ekonomi dan dagang Tiongkok-AS, sejumlah orang AS berkali-kali menyatakan akan memerintahkan perusahaan AS di Tiongkok untuk secepatnya menarik diri dari Tiongkok. Ini adalah tindakan proteksionisme yang menggunakan cara administratif, tak hanya secara serius mengganggu pengelolaan bebas perusahaan AS, namun juga akan merupakan gangguan dan sabotase serius terhadap tata tertib ekonomi global.

Berbagai negara dunia kini telah membentuk jaringan besar rantai nilai, rantai pensuplaian dan rantai industri global yang stabil berdasarkan sifat ekonomi yang berbeda melalui pembagian dan distribusi pasar. Perusahaan transnasional juga merealisasi optimalisasi laba melalui distribusi sumber daya di seluruh dunia berdasarkan hukum pasar. Mereka tak mungkin tunduk pada komando administratif. Justru karena itu, pernyataan sikap sejumlah orang yang melanggar hukum ekonomi ditentang secara merata oleh kalangan ekonomi AS.

Federasi Ritel Nasional AS dalam pernyataannya baru-baru ini menekankan bahwa mencari sumber pengganti merupakan sebuah proses yang mahal dan panjang. Adalah tidak realistis bagi pedagang ritel AS meninggalkan ekonomi kedua terbesar di dunia. Berbisnis di Tiongkok dapat menjadikan mereka berkontak dengan para pelanggan Tiongkok sekaligus merintis pasar di luar AS, dan mendatangkan lebih banyak kesempatan bagi buruh, perusahaan dan konsumen AS. Kamar Dagang AS juga menyatakan, investasi perusahaan AS di Tiongkok menguntungkan rakyat kedua negara. Tiongkok dan AS diharapkan secepatnya kembali ke meja perundingan.

Kini, seiring dengan transformasi dan eskalasi ekonomi Tiongkok dan terus berkembangnya profit kebijakan reformasi dan keterbukaan, daya saing komprehensif Tiongkok dalam menarik modal asing tetap sulit ditandingi oleh ekonomi lainnya.

Pertama, Tiongkok memiliki pasar super yang berpopulasi sekitar 1,4 miliar jiwa, kelompok kelas menengah yang terus bertumbuh, tenaga kerja bermutu yang berjumlah ratusan juta orang, jaringan infrastruktur yang modern, serta keunggulan industri manufaktur yang terlengkap di dunia, sehingga pasar Tiongkok memiliki kepribadian dan kedinamisan yang unik dan mendatangkan laba besar bagi banyak perusahaan transnasional.

Menghadapi proteksionisme yang menjadi-jadi, pihak Tiongkok menurunkan ambang batas akses modal asing dalam skala besar, mendorong maju keterbukaan industri jasa dan industri moneter, dan mengintensifkan perlindungan HaKI sehingga dapat menenangkan perusahaan modal asing. Menurut laporan Bank Dunia, peringkat iklim bisnis Tiongkok tahun lalu melompat menempati urutan ke-32 di dunia, dan merupakan salah satu ekonomi yang kemajuannya paling besar.

Justru oleh karena itu, dengan latar belakang investasi langsung global yang berturut-turut anjlok selama 3 tahun, dalam 7 bulan pertama tahun ini, jumlah perusahaan modal asing baru telah melampaui 24 ribu perusahaan, modal asing yang dimanfaatkan secara riil tercatat 533 miliar 140 juta dolar Amerika yang berarti naik 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Justru seperti apa yang ditunjukkan tokoh-tokoh yang berpandangan jauh, akar mengalirnya industri manufaktur dan menanjaknya defisit perdagangan AS ialah penyakit kronis struktur ekonominya sendiri. Sejumlah orang pihak AS secara sembarangan mengenakan tarif tambahan dan memberikan tekanan maksimum, namun hal itu sama sekali tidak dapat menyembuhkan penyakit kronis ekonomi AS.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok