Buku Putih Belejeti Tiga Kebohongan tentang Pendidikan dan Pelatihan Vokasional di Xinjiang

2019-08-17 14:17:59

Pemerintah Tiongkok hari Jumat lalu (16/8) menyampaikan buku putih yang berjudul: Pendidikan Vokasional dan Penataran Keterampilan Xinjiang. Buku putih tersebut menyampaikan uraian yang rinci tentang latar belakang peresmian pusat pendidikan dan penataran keterampilan serta isi pembelajaran dan hasil-hasil yang tercapai. Fakta yang tercantum dalam buku putih tersebut telah membelejeti tiga kebohongan yang diserbarluaskan sejumlah orang Barat, dan menyingkap maksud jahat sejati mereka yang mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok dengan kedok “hak asasi manusia” dan “standar ganda”.

Antiterorisme adalah salah satu masalah global. Tidak sedikit negara telah mendirikan “pusat deekstremisasi” atau “pusat pemasyarakatan” untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang tersesat ajaran terorisme dan ekstremisme agama. Pusat pendidikan vokasional dan penataran keterampilan Xinjiang memiliki fungsi yang sama dengan metode yang diterapkan di banyak negara dan daerah. Akan tetapi, sejumlah politisi dan media Barat malah berusaha memfitnah pusat pendidikan dan penataran Xinjiang dengan berlandaskan pada “standar ganda”, dengan hakikatnya telah mentolerir terorisme dan ekstremisme, dengan serius melanggar etika moral internasional serta hati nurani manusia.

Dengan fakta-fakta yang dirangkumnya, buku putih tersebut telah mengungkapkan tiga kebohongan Barat terhadap pusat pendidikan dan penataran Xinjiang.

Pertama, Pusat Pendidikan dan Penataran Xinjiang tergolong kategori sekolah, sama sekali bukan “penjara” atau “rumah tahanan” yang dikhotbahkan oleh Barat.

Pusat Pendidikan dan Penataran tersebut memberikan pendidikan dan pelatihan vokasional secara gratis kepada para pelajarnya melalui “pembelajaran secara terpusat dan pelatihan melalui kuliah praktek”, dengan asas tujuan agar para pelajarnya dapat menjauhi dari ajaran radikal dan menguasai keterampilan vokasional. Sekarang banyak pelajar di pusat tersebut sudah diwisuda dan kembali ke masyarakat melalui penempatan kerja .

Kedua, pusat pendidikan sama sekali tidak melakukan apa yang disebut “pembersihan rasial” terhadap etnis-etnis minoritas. Satu-satunya standar yang diterapkannya untuk menetapkan sasaran yang akan diberikan reedukasi adalah apakah dia pernah melanggar hukum dan atau melakukan tindakan teror dan ekstremisme, maka tidak berkaitan dengan kepercayaan agama atau pun identitasnya sebagai etnis minoritas.

Memenuhi kebutuhan antiterorisme dan deekstrimisme di Xinjiang, pusat pendidikan tersebut menyediakan mata kuliah bahasa umum, ilmu hukum dan pelatihan keterampilan, yang sama sekali tidak berarti pemberian penindasan terhadap kebudayaan etnis minoritas.

Ketiga, pusat pendidikan tidak mengeksklusif agama Islam dan agama lainnya. Hukum Tiongkok melarang diskriminasi apa pun yang berdasarkan daerah, etnis dan agama. Pusat pendidikan menerapkan pendidikan yang terpisah dari kegiatan agama. Para pelajar tidak boleh melakukan kegiatan agama di kampus pendidikan, namun para pelajar bisa secara bebas melakukan kegiatan agama yang sah dengan mengikuti keinginannya sendiri setelah pulang ke rumahnya. Ini berarti kebebasan menganut agama yang dimiliki para pelajarnya dihormati sepenuhnya.

Fakta sudah membuktikan bahwa serangkaian tindakan antiterorisme dan deekstrimisme termasuk pembentukan pusat pendidikan dan penataran keterampilan sudah benar-benar melindungi hak kesehatan dan hak kelangsungan hidup serta hak perkembangan rakyat berbagai etnis di Xinjiang. Selama tiga tahun berturut-turut di Xinjiang tidak pernah terjadi peristiwa kekerasan atau teror. Pada paro pertama tahun ini, jumlah wisatawan dalam dan luar negeri yang berkunjung ke Xinjiang mencapai 75,89 juta orang, atau meningkat 46 persen, yang berarti ekonomi dan sosial sudah menunjukkan momentum perkembangan yang baik.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok