AS Terapkan Standar Ganda Terhadap Tiongkok Soal “Manipulator Nilai Tukar”

2019-08-09 10:18:54

Departemen Keuangan AS belakangan ini memberikan predikat kepada Tiongkok sebagai “negara manipulator nilai tukar”, perbuatan itu tidak saja membelakangi apa yang disebut standar evaluasi yang disusunnya sendiri, lebih-lebih tidak mengindahkan perbuatan pemerintah AS yang berulang kali mendesak Cadangan Federal AS untuk menurunkan suku bunga, menindas pesaingnya dengan menggunakan standar ganda.

Selama masa belakangan ini, karena pihak AS menjalankan kebijakan unilateral, meningkatkan pertikaian perdagangan dengan Tiongkok, memperhebat keguncangan pasar moneter global, elastisitas nilai tukar RMB meningkat di atas dasar peranan menentukan dalam penyuplaian dan permintaan pasar, maka terjadi fluktuasi tertentu. Akibatnya, sejumlah orang AS nampaknya sudah lupa apa yang dikatakannya, cepat mengubah sikapnya dengan mencela Tiongkok sebagai “manipulator nilai tukar.”

Selama satu tahun lebih yang lalu, sebagian orang AS berkali-kali mendesak Cadangan Federal AS untuk menurunkan suku bunga, dengan sengaja melemahkan nilai tukar dolar Amerika. Sebagai dampaknya, dalam keadaan ekonomi AS kini belum mencapai syarat penurunan suku bunga, Cadangan Federal AS terpaksa menurunkan suku bunga pada tanggal 31 Juli waktu setempat.

Berkenaan dengan penurunan suku bunga pertama kali selama sepuluh tahun lebih, Mantan Presiden Cadangan Federal AS, Paul Volcker, Alan Greenspan, Ben Bernanke dan Janet Yellen baru-baru ini dalam artikel mereka yang dimuat di harian The Wall Street Journal menunjukkan, “AS memerlukan Cadangan Federal AS yang independen,” mereka menyerukan untuk menjamin kebijakan mata uang AS tidak terpengaruh oleh tekanan politik jangka pendek.

Akan tetapi, sebagian orang AS tetap menuntut Cadangan Federal AS untuk menurunkan suku bunga dengan “intensitas yang lebih besar dan lebih cepat.” Pihak AS yang berniat untuk menekan dolar Amerika, malah mencela fluktuasi RMB yang timbul sesuai dengan penyuplaian dan permintaan pasar, inilah standar ganda yang tipikal.

Sebagai komunitas ekonomi besar kedua yang bertanggung jawab di dunia, Tiongkok selalu menaati komitmennya di KTT G20 mengenai masalah nilai tukar, tak pernah dan juga tak akan menanggapi pertikaian perdagangan dengan menggunakan nilai tukar sebagai alat kebijakan.

Di satu aspek, keunggulan persaingan Tiongkok di dunia internasional tidak diperoleh dengan memanipulasi nilai tukar, tetapi tergantung pada harga efektif produksi. Tiongkok memiliki rantai produksi yang paling lengkap di dunia, unggul di bidang rantai suplai, bagi sebagian besar importir AS, produk Tiongkok tak tergantikan. Pada paro pertama tahun ini, ekspor Tiongkok ke AS menurun 2,6% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, sedangkan impor dari AS menurun 25,7%, terdapat selisih besar antara impor dan ekspor, sudah jelas bahwa produk Tiongkok tak tergantikan.

Pada aspek lainnya, tuduhan tentang apa yang disebut “manipulator nilai tukar” sama sekali tidak sesuai dengan permintaan realitis ekonomi Tiongkok yang berubah dari pertumbuhan cepat ke perkembangan berkualitas. Kini, ekonomi Tiongkok sudah beralih ke konsumsi domestik, tingkat sumbangan pertumbuhan konsumsi pada paro pertama tahun ini kepada pertumbuhan ekonomi pada paro pertama tahun ini melampaui 60%, sumbangan ekspor bersih terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok sudah sangat terbatas. Apalagi, kalau dengan sengaja menekan nilai tukar RMB, maka tidak bermanfaat bagi perusahaan Tiongkok untuk transformasi dan eskalasi serta tidak bermanfaat untuk meningkatkan daya saing pasar, ada pula kemungkinan mendampak keyakinan pasar, tidak menguntungkan stabilitas moneter.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok