AS Berharap Tempatkan Rudal Balastik Jarak Menengah di Asia

2019-08-06 11:04:45

XINHUA: Menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan AS, Mark Esper yang menyebut bahwa tindakan Tiongkok merusak kestabilan kawasan Hindu-Pasifik, dan berharap menempatkan rudal balastik jarak menengah di Asia pada beberapa bulan ke depan. Mengenai pertanyaan wartawan dalam konferensi pers kemarin (5/8), mengapa Tiongkok menentang penetapan rudal balastik jarak menegah di Asia dalam kondisi di mana Tiongkok sudah mempunyai rudal balastik yang menjangkau Jepang dan pulau Guam?

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying menyatakan, pernyataan tersebut tidak bertanggung jawab sama sekali. AS dalam jangka panjang bercampur tangan dalam urusan negara-negara kawasan Asia-Pasifik, mempertarungkan satu sama lain pada aspek politik, secara kasar mengintervensi urusan dalam negeri negara lain, mengusahakan kepentingan pribadi pada aspek ekonomi, melimpahkan kesulitan-kesulitan kepada negara-negara tetangga, menempatkan kekuatan militer di berbagai daerah dan terus memperkokoh persekutuan militer. Siapa saja yang sebenarnya merusak kestabilan kawasan Asia-Pasifik sudah ada jawaban tegas. Belakangan ini, pihak AS sering mencela apa yang disebut ancaman rudal Tiongkok tanpa mempedulikan kenyataan, sementara mendiskreditkan Tiongkok. Hal tersebut adalah perbuatan AS yang menolak kewajibannya sendiri dengan alasan negara lainnya. AS bersikeras untuk mengundurkan diri dari Perjanjian INF tanpa memedulikan tentangan keras dari masyarakat internasional, dan kini berburu-buru untuk menempatkan rudal balastik jarak menengah di Asia, hal tersebut membuktikan sepenuhnya bahwa AS sebenarnya bertujuan untuk yang mundur dari Perjanjian INF.

Hua Chunying mengatakan, bahwa Tiongkok adalah negara besar dengan wilayah luas dan jumlah populasi banyak, maka memerlukan kekuatan pertahanan yang diperlukan untuk melawan agresi, menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah. Rudal balastik jarak menengah darat Tiongkok semuanya ditempatkan di dalam wilayah Tiongkok, dan hal tersebut memanifestasi kebijakan pertahanan Tiongkok yang bersifat defensif. Namun, jika AS menempatkan rudal balastik jarak menengah di Asia-Pasifik terutama di sekitar Tiongkok, maka dapat dianggap sebagai agresif, sehingga membawa dampak negative yang serius terhadap situasi keamanan internasional maupun regional. Tiongkok tidak bersedia menyaksikan kepentingan dirinya dirugikan, malah tidak memperbolehkan negara mana pun untuk membuat kekacauan di depan pintu gerbang sendiri. Tiongkok akan mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk menjaga ketat kepentingan keamanan negara. Tiongkok berharap AS berbuat dengan hati-hati, jangan mengambil tindakan apa saja yang mempertegang situasi dan merugikan perdamaian internasional dan regional.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok