Perdagangan Produk Pertanian Terganggu, Tanggung Jawabnya pada AS

2019-08-06 10:56:48

Menanggapi keputusan Amerika Serikat (AS) yang berencana mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap impor produk asal Tiongkok senilai US$ 300 miliar, Komisi Tarif Dewan Negara Tiongkok mengambil keputusan untuk tidak mengecualikan produk pertanian AS yang transaksinya dicapai setelah 3 Agustus lalu dari penerapan tarif tambahan. Oleh karena itu, perusahaan terkait Tiongkok sudah menghentikan pembelian produk pertanian dari AS.

Keputusan Tiongkok itu merupakan tindakan esensial dan rasional yang diambil Tiongkok untuk menghadapi ancaman tarif tambahan baru AS. Tiongkok dan AS memiliki sifat yang saling melengkapi di bidang pertanian. Perdagangan produk pertanian sesuai dengan kepentingan kedua pihak. Pasca pertemuan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Osaka, Tiongkok telah mencapai banyak kemajuan dalam pembelian produk pertanian AS menurut kebutuhan domestik dan prinsip pasar. Dari pertemuan di Osaka hingga akhir Juli lalu, sebanyak 2,27 juta ton kedelai asal AS sudah dikapalkan dan diangkut ke Tiongkok. Sejak 19 Juli lalu, sejumlah perusahaan Tiongkok telah melakukan penawaran harga atau inquiry terkait pembelian produk pertanian AS. Hingga 2 Agustus lalu, antara kedua pihak sudah tercapai sejumlah transaksi, antara lain, 130 ribu ton kedelai, 120 ribu ton cantel merah, 60 ribu ton gandum, 40 ribu ton daging babi, 25 ribu ton kapas, 5700 ton produk susu dan 400 ton buah-buahan segar. Atas transaksi tersebut perusahaan terkait sudah mengajukan permohonan kepada Komisi Tarif Dewan Negara Tiongkok untuk diberlakukan pengecualian tarif tambahan saat diimpor dari AS.

Tiongkok dengan tindakannya yang nyata melaksanakan kesepahaman bersama yang dicapai kepala kedua negara di Osaka dan telah memperlihatkan kejujurannya dalam kerja sama. Akan tetapi, AS malah bertindak sebaliknya, kembali mengingkari janjinya dengan mengancam akan mengenakan tarif tambahan yang baru terhadap barang impor dari Tiongkok, sehingga kondisi esensial diadakannya perdagangan produk pertanian antara kedua negara pun menjadi mustahil. Tiongkok terpaksa mengambil tindakan setimpal atas pembelian produk pertanian dari AS untuk menjaga kehormatan negara dan kepentingan dirinya sendiri. Sementara itu, hal ini dengan jelas menyatakan bahwa pemberian tekanan maksimum apa pun terhadap Tiongkok akan sia-sia belaka. Tiongkok pasti akan memberikan balasannya tanpa ragu-ragu.

Tiongkok adalah negara pengimpor produk pertanian terbesar di dunia, dan AS adalah negara pengekspor produk pertanian terbesar di dunia. Perdagangan produk pertanian selalu mengambil posisi penting dalam hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS. Sekarang perdagangan tersebut kembali terganggu, dan tanggung jawabnya sepenuhnya berada di pihak AS, yang harus menanggung segala konsekuensinya.

Yang menyesalkan ialah, pertanian dan kaum petani AS akan menjadi korban terbesar gara-gara sejumlah sosok AS yang tidak jujur dan gagal memenuhi komitmennya. Asosiasi pertanian AS yang membidangi kedelai, jagung dan gandum sebelumnya sudah menyampaikan pernyataan bersama yang dengan tegas menentang penerapan tarif tambahan oleh AS terhadap barang asal Tiongkok. Mereka dengan jelas menyatakan bahwa pertanian AS membutuhkan pasar dan bukan bea masuk. Harian Los Angeles Times melaporkan, perang dagang tengah mendatangkan malapetaka kepada pertanian AS. Menurut data resmi, realisasi penghasilan pertanian AS tahun ini diperkirakan adalah sebesar US$ 69,4 miliar, atau lebih rendah 45 persen dibanding rekor tertinggi pada tahun 2013.

Tiongkok merupakan sebuah pasar raksasa dengan populasinya sebanyak 1,4 miliar jiwa. Volume ekspor impor produk pertanian Tiongkok pada semester pertama tahun ini adalah sebesar US$ 108,65 miliar, meningkat 1,4 persen dibanding periode sama tahun lalu. Di antaranya, ekspor tercatat US$ 36,81 miliar, atau menurun 2,5 persen. Sedangkan impor tercatat US$ 71,84 miliar, atau meningkat 3,5 persen.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok