Hasil Apapun Tak Dicapai Dalam Perundingan Tanpa Bersikap Kejujuran

2019-08-04 09:37:56

Baru-baru ini Amerika mengatakan, pihaknya akan mengenakan tariff bea masuk tambahan setinggi 10 persen terhadap komoditas Tiongkok yang diekspor ke AS senilai 300 miliar dolar AS sejak 1 September mendatang, sementara itu pihaknya masih menyatakan menantikan dialog positif dengan Tiongkok mengenai pencapaian perundingan ekonomi dan perdagangan komprehensif. Kejujuran merupakan dasar perundingan. Kalau tidak jujur dalam perundingan, bagaimana meyakinkan pihak lain?

Selama satu tahun yang lalu, Tiongkok selalu berdasarkan kejujuran dan berkeinginan besar untuk melakukan negosiasi dengan pihak AS. Akan tetapi karena amerika empat kali melanggar kesepahaman dan tidak jujur dalam perundingan, dan mengakibatkan negosiasi berkali-kali mengalami kesulitan.

Februari 2018, Tiongkok dan AS mencapai kesepahaman tahap awal mengenai perluasan produk pertanian dan produk energi impor dari AS. Tapi bulan Maret pihak AS merilis laporan “Penyelidikan 301” terhadap produk Tiongkok, dan mengumumkan akan menambahkan tariff bea masuk setinggi 25 persen terhadap produk Tiongkok ekspor AS senilai 50 miliar dolar AS.

19 Mei 2018, pemimpin kedua negara mencapai kesepahaman penting dalam pertemuan Argentina, dan menyetujukan penghentian penambahan bea masuk baru, mempercepat negosiasi dalam 90 tahun, dan berupaya menghapuskan semua bea masuk tambahan. Namun AS menaikkan tarif bea masuk tambahan dari 10 persen sampai 25 persen terhadap produk Tiongkok ekspor AS senilai 200 miliar dolar AS pada 10 Mei 2019, sehingga negosiasi ekonomi mengalami kesulitan besar-besaran.

Tgl 29 Juni2019, pemimpin kedua negara mencapai kesepahaman penting dalam pertemuan di Osaka, dan menyetujui menghidupkan negosiasi ekonomi di atas dasar sama derajat dan saling menghormati, AS tidak memberikan bea masuk tambahan baru terhadap produk Tiongkok ekspor ke AS. Akan tetapi 30 jam kemudian, Amerika sekali lagi melanggar perjanjian, agar negosiasi sekali lagi terlibat dalam kemacetan.

Nyata sekali Amerika harus bertanggungjawab atas gagalnya negosiasi ekonomi. Selama satu tahun ini, Tiongkok selalu aktif melaksanakan kesepahaman, dan berjujur serta berkomitmen atas perjanjian, namun langkah Amerika yang tidak jujur dan selalu berubah-ubah mengejutkan masyarakat internasional .

Tiongkok berpendapat penambahan tariff bea masuk tidak dapat menyelesaikan masalah, hanya negosiasi baru dapat menyelesaikan perselisihan. Apabila Amerika sengaja mengenakan tariff tambahan, Tiongkok akan terpaksa mengambil langkah tentangan, dengan tegas membela kepentingan inti negara dan kepentingan dasar rekyat. Hasil apapun tidak dapai dicapai dalam perundingan yang tanpa kejujuran

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok