Pemberian Tekanan Maksimum Akan Sia-Sia Belaka

2019-08-03 14:25:01

Tak lama setelah berakhirnya negosiasi ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi Tiongkok-AS putaran ke-12, AS tiba-tiba mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap US$ 300 miliar barang asal Tiongkok mulai tanggal 1 September mendatang. Tindakan AS tersebut secara serius melanggar kesepahaman yang dicapai kepala kedua negara di sela pertemuan puncak G20 di Osaka, Jepang, menyimpang dari rel yang tepat, dan sama sekali tidak bermanfaat bagi penyelesaian masalah. Tiongkok menyatakan ketidakpuasan dan tentangan tegas atas hal ini, dan akan mengambil tindakan seperlunya untuk mempertahankan kepentingan negara dan rakyatnya.

Sedikit menoleh belakang proses perundingan Tiongkok-AS selama satu tahun lalu dapat diketahui bahwa AS sudah terbiasa memberikan tekanan maksimum sambil berunding, akan tetapi, fakta sudah membuktikan, ikhtiar ini sama sekali tidak akan berguna bagi Tiongkok, malah akan merugikan peluang negosiasi yang sempat putus, dan juga tidak akan menguntungkan bagi penyelesaian masalah dan konflik antara kedua pihak.

Ancaman AS untuk mengenakan tarif tambahan atas barang asal Tiongkok tersebut telah menyimpang dari rel penyelesaian masalah melalui perundingan. Tiongkok selama ini terus bertindak memenuhi komitmennya dengan berlandaskan pada kesepahaman kedua pihak yang tercapai di Osaka. AS menuding Tiongkok gagal mencapai kemajuan dalam penambahan impor produk pertanian asal AS serta pengendalian obat fentani. Tudingan AS tersebut sama sekali tidak masuk akal. Sejak 19 Juli lalu, sejumlah perusahaan Tiongkok sudah berkontak dengan distributor AS soal harga produk pertanian, antara lain, kedelai, kapas, daging babi dan cantel merah. Kini antara kedua pihak telah tercapai sejumlah transaksi, yang antara lain melibatkan 130 ribu ton kedelai, 4 ton daging babi dan produknya serta 120 ribu ton cantel merah.

Ada pun pengendalian obat fentani masih dibutuhkan kerja sama global dan waktu. Tiongkok telah memasukkan material fentani dalam daftar kendali sejak 1 Mei lalu. Aksi tersebut merupakan langkah baru yang diambil Tiongkok sebagai negara yang bertanggung jawab. Penyalahgunaan obat fentani di AS diakibatkan berbagai unsur terpadu, dan AS tidak boleh sembarangan menimpa tanggung jawabnya kepada negara lain.

Fakta selama satu tahun yang lalu sepenuhnya membuktikan bahwa dalam perang dagang, pihak mana pun tidak akan menang, pengenaan tarif tambahan sama sekali tidak akan menyelesaikan keprihatinan AS, malah hanya akan merugikan kepentingan Tiongkok dan AS, bahkan seluruh dunia. Dana Moneter Internasional (IMF) dalam sebuah laporannya pada bulan Mei lalu menyatakan, hampir semua ongkos akibat pengenaan tarif tambahan oleh AS ditanggung oleh importir dan para konsumen AS. Laporan bersama dari Kamar Dagang AS dan Rhodium Group menunjukkan, akibat sengketa perdagangan AS-Tiongkok, produk domestik bruto atau PDB AS pada tahun ini dan empat tahun ke depannya diperkirakan rata-rata akan menurun sebesar US$ 64 hingga 91 miliar per tahun, atau sebesar 0,3 hingga 0,5 persen PDB AS.

Di tengah sengketa perdagangan yang semakin meningkat, ekonomi Tiongkok memang menghadapi tekanan yang kian meningkat, namun semua indikator ekonomi makro pada paro pertama tahun ini beroperasi pada kisaran level yang rasional, yang berarti perekonomian Tiongkok memiliki ketangguhan yang kuat menghadapi tekanan.

Menghadapi perang dagang yang ditimbulkan AS, Tiongkok penuh keyakinan untuk menghadapinya. Jika AS benar-benar memberlakukan tarif tambahan terhadap barang asal Tiongkok, maka Tiongkok akan secara terpaksa mengambil segala tindakan seperlunya untuk membela kepentingannya. AS harus menanggung semua konsekuensi dari tindakannya tersebut.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok