Tekanan Tidak Berguna bagi Negosiasi

2019-07-31 10:57:53

Negosiasi Tingkat Tinggi Perdagangan Tiongkok-AS Putaran ke-12 kemarin(31/7) digelar di Shanghai. Bersamaan dengan itu, ada orang AS menyebut bahwa taktik tarif impor AS memaksa Tiongkok tunduk dan  akan menerima persetujuan pada saat terakhir untuk kepentingan sendiri. Negosiasi dagang Tiongkok-AS dihidupkan kembali setelah mengalami jalan lika-liku, pada saat ini pendirian AS tersebut ternyata memberi tekanan kepada Tiongkok dan juga melanggar kesepahaman KTT Osaka Tiongkok-AS, AS bermaksud memperoleh keuntungan keterlaluan dari negosiasi dagang kali ini.

Selama lebih dari satu tahun, melalui negosiasi belasan putaran, kedua pihak telah mencapai banyak kesepahaman meskipun mengalami beberapa kali lika-liku, AS biasanya selalu memberi tekanan batas kepada Tiongkok demi mendapat keuntungan keterlaluan dalam negosiasi dan mengajukan permintaan yang merusak kedaulatan dan kehormatan Tiongkok. Dalam KTT Osaka pada bulan Juni lalu, kedua kepala negara setuju menghidupkan kembali negosiasi di atas dasar sama derajat dan saling menghormati, demi memecahkan masalah tersebut.

Publik mencatat bahwa baru-baru ini kapal niaga sedang mengangkut ratusan ton kacang kedelai dari AS  ke Tiongkok, sementara itu AS juga mengumumkan memperlakukan amnesti pajak impor terhadap 110jenis produk Tiongkok yang diekspor ke AS dan menyatakan bersedia mendorong perusahaan AS terus memasok produk kepada perusahaan Tiongkok. Kesemuanya itu merupakan implementasi dari KTT Osaka dan juga mendatangkan harapan positif kepada negosiasi dagang Tiongkok-AS putaran ke-12.

Akan tetapi, sejumlah tokoh AS sekali lagi memainkan taktik tekanan batas seperti yang lalu, namun tentu saja tidak berhasil baik lalu maupun sekarang. Tiongkok telah bosan melihat prilaku AS tersebut. Telah terbukti bahwa perang dagang tidak ada yang menang.  Perekonomian Tiongkok tetap beroperasi secara stabil sambil maju meskipun menghadapi tekanan turun pada paro pertama tahun ini,  sejumlah indeks ekonomi makro berada pada fluktuasi yang rasional, ekonomi Tiongkok telah memperlihatkan keuletan, daya hidup dan daya potensial yang kuat.

Sedangkan di AS, Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada triwulan ke-2 tercatat 2,1%, lebih rendah dari pada 3,1% pada triwulan pertama, industri manufaktur AS pun menghadapi kesulitan. Menurut Laporan Prospek Ekonomi Dunia yang diumumkan Badan Moneter Internasional (IMF), pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan sebesar 2,9% pada 2019, dan akan menurun hingga 1,9% pada 2020.

Negosiasi dagang antar Tiongkok dan AS telah berlangsung lebih dari 1 tahun. Hal terkunci saat ini adalah melaksanakan kesepahaman KTT Osaka, mempertahankan sama derajat dan kehormatan masing-masing,   tidak boleh terus memberi tekanan batas.  Apabila ingin mencapai persetujuan sama derajat, pihak AS hendaknya lebih berbuat positif, dan tidak lagi merusak hubungan kerja sama bilateral.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok