Standar Ganda Merupakan Trik Barat untuk Mengintervensi Urusan Dalam Negeri Negara-negara Lain

2019-07-30 11:32:24

Sejak pertengahan bulan Juni lalu, di Hong Kong telah terjadi serangkaian peristiwa kekerasan. Sejumlah tokoh Barat seperti Inggris dan AS terus unjuk diri sembarang menuding dengan menerapkan standar ganda, membiarkan bahkan mendukung kekerasan ekstrem dan para perusuh, mencela tindakan penegakan hukum pihak kepolisian Hong Kong, serta menfitnah pemerintah Tiongkok telah memperlemah kebebasan dan hak Hong Kong.

Menurut pendapat sejumlah politikus Barat, hanya kekerasan yang terjadi dalam unjuk rasa di negara-negara Barat, barulah disebut sebagai tindakan kekerasan, sedangkan kekerasan yang terjadi di Hong Kong adalah aksi unjuk rasa damai. Mereka tanpa alasan menuntut pemerintah Daerah Khusus Hong Kong untuk menghormati kebebasan berbicara dan berkumpul, membatalkan gugatan terhadap pengunjuk rasa damai dan menjadikan para perusuh Hong Kong sebagai pejuang kebebasan dan HAM.

Pada masa pemerintahan Inggris, gubernur Hong Kong beberapa kali ditunjuk oleh pemerintah Inggris, tak pernah ada politikus dari negara-negara Barat yang memperhatikan hak otonomi, HAM dan kebebasan warga Hong Kong, yang mereka perhatikan ialah bagaimana kelompok kepentingannya sendiri menggaet keuntungan dari Mutiara Timur tersebut. Selama 22 tahun sejak Hong Kong kembali ke pangkuan Tiongkok, pemerintah pusat Tiongkok selalu mempertahankan pedoman “satu negara dua sistem”, “pemerintahan Hong Kong oleh warga Hong Kong” dan “Otonomi tingkat tinggi Hong Kong”, bertindak secara ketat menurut UUD dan Undang-Undang Pokok. Warga Hong Kong menentukan nasibnya sendiri dan menikmati hak dan kebebasan tanpa batasnya berdasarkan hukum. Indeks tata hukum Hong Kong melompat dari urutan ke-60 tahun 1996 menjadi urutan ke-16 tahun 2018, lebih tinggi daripada urutan AS.

Media Barat selalu menyebut dirinya obyektif dan adil, tetapi ketika membahas mengenai intervensi sejumlah negara Barat dan para politikusnya terhadap urusan Hong Kong, mereka hanya melaporkan akibatnya, dengan sengaja menyembunyikan penyebabnya, dan tidak ingin banyak melaporkan perbuatan para perusuh yang ekstrem dan provokatif.

Tindakan mengintervensi urusan dalam negeri negara-negara lain, selain membelakangi hukum internasional, juga melanggar patokan hubungan internasional. Berbicara sembarangan mengenai urusan negara-negara lain dengan menerapkan standar ganda adalah trik sejumlah politikus dan media Barat. Pemerintah, pihak kepolisian dan warga Hong Kong tidak boleh diam membiarkan siapapun dan kekuatan luar dengan sewenang-wenang menghancurkan dasar aturan hukum Hong Kong. Tiongkok juga tidak akan diam membiarkan kedaulatan dan keamanan negara dirugikan, serta kemakmuran dan kestabilan Hong Kong terganggu.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok