Silakan AS Mengobati Dulu Penyakit HAM Dirinya

2019-07-28 11:17:33

Asosiasi HAM Tiongkok belakangan ini mengeluarkan laporan dengan judul Masalah Diskriminasi Ras AS yang Berakar Dalam Memperlihatkan Kemunafikan HAM Ala AS. Laporan ini dengan kasus-kasus yang detail mengungkapkan masalah diskriminasi ras yang ada dalam jangka panjang di AS serta kemunafikan serius HAM AS.

Dalam jangka panjang, HAM selalu adalah alat tajam bagi AS untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Asalnya AS tidak suka negara mana dan ingin menekan negara mana, selalu melempar sebuah laporan HAM dengan klafikasi negara yang disebut untuk mencela kian buruknya keadaan HAM negara lain.

Padahalnya, HAM hanya kain penutup kemaluan keadaan HAM AS yang kian memburuk. Bahkan AS kini lepaskan kain penutup kemaluan ini. Jadi politisi AS yang telanjang dengan alasan apa menjadikan dirinya sebagai pembela HAM untuk mencela negara lain?

AS adalah negara imigran multi ras, meskipun AS selalu menyebut pembauran, mejunjungi sama derajat, tapi dari masa dulu sampai sekarang, sering terjadinya peristiwa HAM pokok bagi ras minoritas yang diinjak semau-maunya. Ras minoritas selalu berada kedudukan yang rendah di bidang pekerjaan, perkembangan profesi, pendapatan, pendidikan dan kehidupan budaya, bahkan selalu diperlakukan ekstrem yang tidak adil di bidang penegakan hukum.

Menyinggung hal ini, Mantan Presiden AS Obama pernah terus terang bahwa diskriminasi tetap berada di berbagai sistem dalam kehidupan sosial AS, dampaknya jauh dan mendalam, tetap adalah bagian dalam gene sosial AS.

Yang menyesalkan, AS kini tidak memperbaiki gene ini seiring dengan kemajuan era dan sosial, malah dibiarkan bahkan diburukkan. Pada era globalisasi ini, Supremasi Kulit Putih, hasutan untuk kebencian bahkan dijunjung di AS.

Pada Juni 2018, beberapa pelapor khusus Dewan HAM PBB mengeluarkan pernyataan bersama bahwa pemerintah AS memaksa ribuan anak imigran terpisah dengan orang tuanya melanggar standar HAM, Impian Indah AS sedang berubah menjadi Impian Buruh AS.

Di arena internasional, AS adalah sampel yang tidak masuk akal. Di satu bidang, AS dengan alasan yang HAM tinggi daripada kedaulatan untuk menimbulkan kontradiksi etnis dan bentrokan ras, memberi permasalahan dan bencana pada perdamaian dan kestabilan dunia. Di bidang lain, AS mundur dari Dewan HAM PBB, menolak mengesahkan Konvensi Hak Anak dan Konvensi Hak Orang Penyandang Cacat agar AS hindari ikatan peraturan internasional dan menhambati proses pendorongan jaminan HAM.

Yang lebih mengejutkan adalah, politisi AS buta alternatif terhadap keadaan HAM dirinya yang buruk, tapi selalu kritik HAM negara lain.

Pada tanggal 26 bulan ini, duta besar dari 50 negara mengirim surat kepada Dewan HAM PBB dan Personel Eksekutif HAM PBB untuk menyampaikan pendirian yang mendukung Tiongkok mengenai masalah Xinjiang, dengan positif menilai prestasi perkembangan HAM di Xinjiang, Tiongkok dan hasil anti terorisme dan de ekstremisme di Xinjiang, Tiongkok. Ini adalah jawaban terbaik komunitas internasional kepada politisi AS yang menodai Tiongkok.

Tonggak HAM dijadikan sebagai alat untuk memelihara hegemonis AS, buta akan masalah HAM dirinya, AS hendaknya mengobati dulu penyakit HAM dirinya.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok