Siapa Gerangan Yang Menindas dan Menggertak Orang di Mana-mana?

2019-07-25 16:07:57

Sekitar 100 orang tokoh golongan keras tehadap Tiongkok baru-baru ini dalam surat bersama kepada Presiden AS Donald Trump menfitnah Tiongkok menerapkan “ekspansionisme” dan dengan kekuatan komprehensif negara menindas dan menggertak orang lain. Argumentasi yang absurd ini sangat membingungkan. Banyak orang yang cerdik-pandai berpendapat,bahwa kalau peran utamanya Tiongkok digantikan dengan AS, itu sangat cocok lagi.

Penulis surat terbuka itu adalah seorang pensiunan AL, dan pengikutnya selain veteran dan juga pekerja intelijen. Merekabukan pembahas hubungan Tiongkok-AS yang bertanggung-jawab, dan maksudnya terutama menegaskan keberadaannya.

Misalnya, mereka mengklaim bahwa dalam sistem politik AS, politik adalah norma dan perang adalah pengecualian, sedangkan di Tiongkok keadaannya sebaliknya. Pandangan ini cukup absurd dan mengetawakan orang. Sebelumnya ada statistik bahwa selama 200 tahun sejak pembentukan negara pada tahun 1776, AS terus berperang dalam waktu 90 persen ke atas. Meski pada tahun terakhir masa jabatan Obama yang menyebut diri sebagai Presiden damai, AS tetap melepaskan 26 ribu butir peluru ke 7 negara lain. Sedangkan selama 70 tahun sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, Tiongkok tak pernah dengan inisiatif menimbulkan sekali perang atau konflik. Coba tanya siapa gerangan merupakan penimbul defisit perdamaian dunia?

Selama tahun-tahun ini, di belakang peristiwa keamanan utama di seluruh dunia, di mana-mana ada sosok AS, AS yang mengandalkan kekuatan hegomonisnya barulah perusak utama perdamaian dunia dan sumber kegoncangan seluruh dunia.

Menurut statistik Balai Riset Perdamaian Internasional Stokholm, pengeluaran militer AS 2018 melampaui 640 miliar dolar Amerika yang merupakan nomor satu dunia, dan juga merupakan jumlah total ongkos militer 8 negara yang menyusulnya.

Tak pelak Mantan Presiden AS Carter dengan jitu menunjukkan, AS merupakan negara yang paling militant dalam sejarah dunia sedangkan Tiongkok tak membuang sat senpun dalam oerang.

AS yang begitu militant malah menfitnah Tiongkok bukan pemerintah yang damai. Pandangan nilai dan pandangan dunia sejumlah politikus AS sudah mencapai sebuah level yang tak tahu malu. Itu lebih-lebih absurd mereka dalam surat terbuka itu mengumpamakan apa yang disebutnya situasi Teluk Taiwan. Sejumlah orang AS menfitnah langkah relevan Tiongkok untuk mempertahankan kesatuan negara sebagai penindasan dan gertakan, itu ternyata merupakan intervensi kasar terhadap urusan dalam negeri Tiongkok.

Sejumlah orang AS dengan sekuat tenaga mencorek citra Tiongkok karena tindakan hegomonis mereka yang menganggap diri lebih super dalam jangka panjang itu tengah ditentang keras oleh globalisasi ekonomi dan arus multipolarisasi politik. Mereka yang menjadikan Tiongkok sebagai sasaran serangan dan merekayasa argumentasi ancaman Tiongkok dengan maksud utama mengalihkan pertentangan di dalam negeri sementara mencoba menggaet keuntungan kelompok kepentingan di belakangnya.

Tiongkok sebagai sebuah negara yang cinta damai sejak zaman dahulu selalu tidak menempuh jalan hegomonis melainkan pembangun dan pembela perdamaian dunia. Tiongkok kini secara akumulatif mengirim 37 ribu orang personel pemelihara perdamaian dan Tiongkok menjadi anggota tetap Dewan Keamanan yang paling banyak mengirim personel pemelihara perdamaian dan disebut PBB sebagai unsur dan kekuatan krusial dalam aksi pemeliharaan perdamaian.

Dunia kini tidak damai dan manusia menghadapi banyak tantangan bersama. Tiongkok dan AS sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB perlu bekerja sama dalam menangani banyak masalah keamanan titik panas seperti masalah nuklir Semenanjung Korea, masalah nuklir Iran dan situasi Timur Tengah. Kalau sejumlah politikus AS selalu menganut pikiran hegomonis dan menindas dan menggertak orang di mana-mana dan selalu menimbulkan kekacauan, ia pasti akan dicampak oleh masyarakat beradab globalisasi abad ke-21. Membuang pikiran perang dingin dan pertarungan zero-sum, dengan kerja sama keamanan politik menanggapi defisit perdamaian, itu barulah pilihan tepat AS.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok