Wartawan 24 Negara Berkunjung ke Xinjiang

2019-07-24 10:13:45

Kegiatan peliputan media dalam dan luar negeri yang diselenggarakan oleh kantor penerangan Dewan Negara Tiongkok diadakan di Xinjiang dari 14 hingga 22 bulan ini. Para wartawan dari 24 negara, antara lain Tiongkok, AS, Rusia, Italia, Arab Saudi, Turki, Jepang dan Iran berkunjung ke Xinjiang, mengadakan pertukaran hadap berhadapan dengan siswa di pusat pendidikan dan penataran vokasional, para umat Islam dan massa berbagai etnik. Kebanyakan wartawan menyatakan penilaian positif terhadap upaya pemerintah Tiongkok untuk memukul dan mencegah terorisme, melindungi kebebasan beragama, melindungi budaya tradisional etnik minoritas dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam peliputan tersebut, para wartawan berturut-turut mendatangi pusat pendidikan dan penataran di berbagai daerah Xinjiang, mendengar kuliah para siswa, meninjau asrama siswa, menonton aktivitas olahraga, menanyakan tata pelajaran yang ditetapkan kepada para siswa dan guru serta keadaan berkumpulnya dengan anggota keluarga, akomodasi dan jaminan pengobatan. Melalui kontak jarak dekat, para wartawan menyatakan penilaian positif atas pekerjaan pendidikan dan penataran di Xinjiang dan menganggap bahwa celaan sejumlah orang asing adalah tidak sesuai dengan kenyataan.

Wartawan dari harian Corriere della Sera Italia, Paolo Salom mengatakan, pusat pendidikan dan penataran adalah sebuah sekolah, tetapi bukan apa yang disebut “kamp konsentrasi”, para siswa yang ditemuinya tidak saja belajar undang-undang dan peraturan, tetapi juga dapat belajar keterampilan vokasional, dalam rangka menyesuaikan diri dengan masyarakat.

Wartawan harian Okaz Arab Saudi, Abdulaziz Raddad A Alrabie mengatakan, pusat pendidikan dan penataran adalah sekolah untuk mengubah pikiran ekstrem, senyum mereka berasal dari batin, dapat disaksikan bahwa mereka merasa puas atas kehidupan dan pelajaran di pusat tersebut.

Direktur Jenderal harian Amarujala Turki, Tunc Akkoc berpendapat, keterampilan vokasional telah menyediakan teladan bagi negara-negara lainnya di bidang anti terorisme.

Selama berkunjung di Xinjiang, para wartawan berturut-turut mendatangi Institut Kitab Keagamaan Islam Xinjiang serta berbagai mesjid, menanyakan berbagai masalah, antara lain penataran penganut agama Islam, aktivitas keagamaan, jumlah penganut agama, pembangunan dan pemugaran mesjid serta masalah terkait lainnya.

Wartawan harian Alwatan Arab Saudi, Khaled Jihad Abdul-Razzaq Al-Saleh mengatakan, kaum Muslim di Tiongkok menikmati kebebasan beragama yang sepenuhnya, tidak seperti yang dikatakan oleh sementara media yang menyebut bahwa “ada orang yang menindas dan mengganggu kaum Muslim untuk beribadad.” Tidak kelihatan seorang pun yang mengalami gangguan, mereka penuh kebebasan.



Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok