AS Main Api Dengan “Masalah Taiwan Menekan Tiongkok”

2019-07-10 11:11:02

Pihak Tiongkok belakangan ini mengutarakan pendirian tegasnya yang menentang Departemen Luar Negeri yang mengesahkan penjualan perlengkapan senjata senilai US$ 2,22 miliar kepada Taiwan.

Langkah AS tersebut secara serius melanggar prinsip Satu Tiongkok dan tiga komunike bersama antara kedua negara, membelakangi kesepahaman penting yang dicapai dalam pertemuan kedua kepala negara di Osaka, perbuatan AS itu adalah intervensi kasar terhadap urusan dalam negeri Tiongkok, pihak AS tengah main api.

Selama bertahun-tahun, AS menangani masalah hubungan lintas Selat Taiwan dengan cara “tiga komunike dan satu undang-undang”. Apa yang disebut tiga komunike dimaksudkan prinsip “satu Tiongkok” yang ditetapkan dalam tiga komunike bersama antara Tiongkok dan AS, yaitu AS mengakui pemerintah Republik Rakyat Tiongkok adalah satu-satunya pemerintah sah, Taiwan adalah bagian dari Tiongkok. Di antaranya, Komunike 17 Agustus tahun 1982 dengan jelas menetapkan, AS secara bertahap mengurangi penjualan senjata kepada Taiwan, hingga penyelesaian terakhir. Sementara itu, AS menyediakan bantuan militer kepada Taiwan dengan bentuk Undang-Undang Hubungan Dengan Taiwan sebagai undang-undang dalam negeri. Penjualan senjata kepada Taiwan telah menjadi unsur negatif yang mengganggu hubungan kedua negara. Selama dua tahun lebih ini sejak berkuasanya, pemerintah AS sekarang ini sudah 4 kali menjual senjata kepada Taiwan, hal itu tidak saja bertujuan untuk memenuhi permintaan kepentingan pedagang senjata, yang lebih penting ialah mencoba mengekang dan menekan Tiongkok.

Percobaan sebagian politikus AS untuk “menekan Tiongkok dengan masalah Taiwan” tak mungkin berhasil. Ditinjau dari pihak Taiwan, walau di dalam pulau itu terdapat sejumlah orang melupakan nenek moyang dan berkonflik dengan daratan di bawah dukungan sesuatu kekuatan AS, namun mereka tak mungkin menghalang arus perkembangan globalisasi dan keinginan rakyat. Kini, di antara kedua tepi selat sudah terbentuk rantai industri yang erat, sistem rantai suplai, daratan adalah mitra perdagangan yang terbesar bagi Taiwan serta pasar ekspor dan sasaran investasi yang utama. Pada tahun 2018, nilai total perdagangan lintas selat melampaui US$ 200 miliar, para warga di pulau Taiwan yang berkunjung ke daratan sejumlah 4 juta. Di antara lintas selat sedang terbentuk cepat “lingkaran kehidupan sehari”, perkembangan terpadu mendalam dan rasa perolehan rakyat meningkat.

Mengenai keadaan tersebut, media Taiwan terpaksa mengakui bahwa daratan sudah menguasai hak dominan dan hak inisiatif dalam perkembangan hubungan lintas selat.

Sementara itu, sejalan dengan sejumlah negara memutuskan “hubungan diplomatik” dengan Taiwan dan menggalang atau memulihkan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Tiongkok, prinsip “satu Tiongkok” sudah diakui oleh masyarakat internasional. Sebagian kekuatan tertentu di Taiwan jauh sudah dipandang rendah oleh masyarakat arus utama internasional.

Kesemuanya itu menunjukkan, Tiongkok harus dan pasti mencapai penyatuan, ini adalah kecenderungan historis yang tak dapat dihalang oleh kekuatan apa pun.

Senjata AS tak mungkin membawa keamanan kepada Taiwan, hari depan Taiwan tergantung pada penyatuan, kesejahteraan saudara-saudara setanah air Taiwan tergantung pada kebangkitan bangsa. Kekuatan eksternal mana pun jangan menilai rendah tekad tegas Tiongkok untuk membela kedaulatan dan keutuhan wilayah negara serta memelihara perdamaian dan kestabilan di kawasan Selat Taiwan.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok