PM Li Keqiang Berdialog dengan Para Pebisnis Forum Davos

2019-07-04 10:29:49

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang Rabu kemarin (3/7) mengadakan dialog dengan lebih dari 200 wakil kalangan industri, moneter, wadah pemikir, serta media dalam dan luar negeri yang mengikuti Forum Davos Musim Panas 2019, di Dalian, Tiongkok. Li Keqiang sempat menjawab sejumlah pertanyaan yang disampaikan para peserta.

Terkait lingkungan bisnis, Li Keqiang menyatakan, Tiongkok akan mencurahkan tenaga untuk membentuk marketisasi, hukum dan internasionalisasi pasar serta lingkungan bisnis yang lebih stabil, transparan dan terprediksi. Tiongkok akan memberlakukan status nasional akses investasi serta sistem daftar negatif bagi investor asing, ke depannya, daftar negatif itu akan lebih lanjut dikurangi dan dijalankan prinsip “tidak dilarang dan diizinkan”, selalin itu, keterbukaan juga akan diperluas lebih lanjut. Tiongkok akan lebih menjaga hak dan kepentingan sah para pengusaha asing, asalkan badan usaha tersebut mendaftarkan diri di Tiongkok, baik perusahaan investasi dalam maupun luar negeri, akan diperlakukan secara sama derajat.

Terkait keterbukaan moneter, Li Keqiang menyatakan, keterbukaan moneter menguntungkan eskalasi moneter Tiongkok. Pemerintah Tiongkok akan terus meningkatkan pengawasan pada industri moneter, dengan khusus menjaga kestabilan moneter, memelihara kestabilan politik mata uang dengan pengaturan mikro, dan memelihara kestabilan pokok nilai tukar Renminbi yang naik turun dalam fluktuasi rasional. Tiongkok akan mengelola lembaga keuangan yang memiliki surat izin dengan baik, sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap lembaga yang tidak memiliki surat izin. Industri moneter Tiongkok akan dibuka lebih besar disertai pengawasan yang lebih tertib.

Terkait perkembangan perusahaan swasta, Li Keqiang menunjukkan, perusahaan swasta menyediakan 80% lebih lapangan pekerjaan di kota dan menghasilkan 60% Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok, yang merupakan penyangga penting ekonomi Tiongkok. Mengenai kesulitan yang dihadapi perusahaan swasta Tiongkok sejak awal tahun ini, Li Keqiang menyatakan, pemerintah Tiongkok telah menjalankan pengurangan pajak preferensial mulai dari awal tahun ini, volume pengurangan pajak bagi usaha kecil dan menengah tercatat sebesar 200 miliar Yuan Renminbi. Pada bulan Mei lalu, Tiongkok juga mengurangi pajak sebesar 1 triliun Yuan yang mencakup semua badan usaha. Ke depannya, sejumlah kebijakan pengurangan pajak akan dilaksanakan hingga tuntas, sementara itu, modal pendanaan pun diturunkan.

Para peserta dengan positif menanggapi perkataan yang dikeluarkan Li Keqiang tersebut dan menilai tinggi politik Tiongkok yang akan lebih lanjut memperluas keterbukaan dan memperdalam reformasi. Mereka juga beramai-ramai menyatakan akan memperluas investasi di Tiongkok.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok