Suara Tiongkok di Arena G20

2019-06-25 11:07:30
1557248_2019062511064639917600.jpg 1557248_2019062511065481544600.jpg 1557248_201906251107009569700.jpg
1557248_2019062511070577902000.jpg 1557248_2019062511071251616000.jpg r_1557248_2019062511072255003400.jpg

Presiden Tiongkok Xi Jinping akan memulai lawatannya ke KTT Osaka G20, lawatan tersebut dianggap sebagai berakhirnya “diplomasi kepala negara” Tiongkok pada paro pertama tahun ini. Mulai dari tahun 2013, Xi Jinping untuk keenam kalinya menghadiri atau memimpin KTT G20, selalu menganjurkan keterbukaan, kerja sama, berkembang bersama, “G20 tidak saja dimiliki oleh 20 anggota, tetapi juga dimiliki oleh seluruh dunia”, “target kita ialah agar pertumbuhan menyejahterakan semua negara dan rakyat, agar rakyat berbagai negara, khususnya rakyat negara-negara berkembang hidup semakin baik”. “Kecerdasan Tiongkok” dan “konsep Tiongkok” telah meninggalkan kesan mendalam di arena G20.

Globalisasi ekonomi adalah kecenderungan umum pada zaman sekarang. Pada tahun 2013, di Saint Petersburg, Rusia, Presiden Xi Jinping untuk pertama kali menghadiri KTT G20, memperlihatkan sikap tegas pemerintah Tiongkok untuk memelihara dan mengembangkan ekonomi dunia tipe terbuka, dan pendirian tegas untuk membela globalisasi ekonomi.

Kita harus menginovasi dan mengembangkan gagasan, kebijakan dan cara perkembangan, lebih memperhatikan kualitas dan hasil pertumbuhan, khususnya membangkitkan daya hidup penciptaan kekayaan melalui reformasi strukturisasi di bidang-bidang keuangan, perpajakan, moneter, investasi, persaingan, perdagangan dan penempatan tenaga kerja serta melalui pemaduan antara kebijakan ekonomi makro dengan kebijakan sosial, agar kekuatan pasar dibebaskan sepenuhnya, dalam rangka mendorong ekonomi menuju pertumbuhan berkelanjutan.

Di depan KTT G20 Antalya, Turki pada tahun 2015, Xi Jinping mengemukakan dua persoalan yang perlu diselesaikan dalam situasi ekonomi sekarang ini, yang pertama adalah “bagaimana memandangnya”, dengan cermat menganalisa situasi ekonomi, yang kedua ialah “bagaimana menanganinya”, perlu menemukan cara baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi global dan penempatan tenaga kerja. Tiongkok menemukan 4 cara untuk mengatasi kesulitan pertumbuhan sebagai berikut: meningkatkan kontak dan koordinasi kebijakan ekonomi makro, membentuk kekuatan komprehensif kebijakan dan aksi. Mendorong reformasi dan inovasi, mengembangkan potensi pertumbuhan jangka panjang dan menengah ekonomi dunia. Membentuk ekonomi dunia tipe terbuka, membangkitkan vitalitas perdagangan dan investasi internasional. Menerapkan agenda perkembangan berkelanjutan tahun 2030, menginjeksi daya penggerak yang kuat bagi keadilan, inklusif dan perkembangan.

Pada tahun 2016, KTT G20 diadakan di Kota Hangzhou, Tiongkok. KTT membahas persoalan agar G20 berjalan lebih stabil, lebih baik dan lebih jauh, untuk selanjutnya agar rakyat berbagai negara memiliki keyakinan atas ekonomi dunia dan kehidupan di masa depan.

Pada tahun 2017, KTT Hamburg, Jerman melanjutkan kesepahaman KTT Hangzhou, mengekspresikan kesepakatan berbagai pihak dalam transformasi ekonomi global, Xi Jinping mengajukan usulannya atas pembenahan ekonomi global.

Tahun 2018 adalah genap 10 tahun penyelenggaraan KTT G20. Di Buenos Aires, Argentina, Xi Jinping mengemukakan 4 “mempertahankan”, menunjukkan inti semangat kerja sama G20, yaitu mempertahankan keterbukaan dan kerja sama, mempertahankan semangat mitra, mempertahankan pelopor inovasi, mempertahankan kesejahteraan dan menang bersma.

KTT G20 tahun ini akan diadakan di Osaka, Jepang. Untuk ketujuh kalinya Xi Jinping akan memulai lawatannya ke KTT G20.



Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok