Komentar Tiongkok: Makin Ditekan, Makin Meningkat

2019-06-22 15:39:44

Departemen Perdagangan AS kemarin (21/6) waktu setempat resmi memasukkan lima perusahaan dan lembaga riset Tiongkok, termasuk Dawning Information Industry (Sugon) dan Jiangnan Institute of Computing Technology dalam Etntity List, yakni daftar hitang yang dilarang membeli komponen dan onderdil dari distributor AS. Keputusan tersebut akan mulai berlaku pada 24 Juni 2019.

Ini merupakan sanksi sepihak lain lagi yang diambil oleh AS terhadap perusahaan Tiongkok setelah Huawei dimasukkan dalam daftar hitam tersebut. Perusahaan Tiongkok yang kena larangan kali ini terutama berkiprah di bidang komputing. Tujuan AS ialah memutuskan rantai pasok perusahaan Tiongkok dalam rangka melemahkan kemampuan ilmu pengetahuan dan ekonomi Tiongkok.

Satu pekan kemudian kepala kedua negara Tiongkok dan AS akan sekali lagi bertemu di KTT G-20 Osaka, Jepang. Tindakan AS tersebut dimaksudkan untuk memberikan tekanan kepada Tiongkok untuk memperoleh keuntungan dalam negosiasi ekonomi dan dagang dengan Tiongkok.

Akan tetapi, niat AS itu akan sia-sia belaka dan tidak akan terwujud. Di satu pihak, Tiongkok kini memiliki tenaga ahli sebanyak 170 juta jiwa, di samping itu, dalam hal belanja dana untuk penelitian ilmu pengetahuan, Tiongkok menempati peringkat kedua di dunia. Jumlah permohonan paten Tiongkok menduduk urutan pertama di dunia. Mengingat rantai industri global kini sudah saling terikat dan berurat berakar antara satu sama lain secara mendalam, berarti hegemonisme iptek AS akan mustahil menghalangi langkah perkembangan inovatif Tiongkok.

Di pihak lain, Tiongkok selalu mengambil sikap yang tegas terhadap negosiasi ekonomi dan perdagangan, yakni masalah harus diselesaikan melalui dialog yang sama derajat, atau dengan kata lain, keprihatinan rasional harus dipertimbangkan dalam negosiasi. AS diharapkan memperlakukan perusahaan Tiongkok secara adil dan sama derajat, tidak boleh melakukan persaingan yang tidak adil melalui cara pemberian tekanan dan pembendungan. Apabila hak dan kepentingan perusahaan Tiongkok dirugikan, maka Tiongkok akan mengambil tindakan setimpal terhadap entitas asing yang melakukan pemblokiran, pemutusan pensuplaian dan tindakan diskriminatif lainnya terhadap perusahaan Tiongkok, dengan memasukkannya dalam daftar entitas yang tidak jujur.

Tiongkok dan AS akan sama-sama mengalami kerugian kalau terlibat dalam pertarungan, ini sudah terbukti sejarah dan kenyataan untuk berulang kalinya. Kepala kedua negara Tiongkok dan AS akan mengadakan pertemuan di Osaka. Pada periode yang krusial ini, tim perdagangan dari kedua pihak diharapkan dapat memperlihatkan kejujuran untuk menyelesaikan masalah menurut kesepahaman yang dicapai kepala kedua negara dalam pertemuannya di Argentina. AS hendaknya menghormati keinginan perusahaan kedua negara untuk melakukan kerja sama di bidang teknologi tinggi, memelihara kepentingan sah perusahaan kedua pihak, dan bukan sebaliknya . Memberikan tekanan maksimum terhadap Tiongkok akan sia-sia belaka pada waktu kapan pun, dan hasilnya justru akan sebaliknya.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok