Menghilangkan Defisit Kepercayaan demi Asia dan Dunia yang Lebih Indah

2019-06-16 14:57:25

Presiden Tiongkok Xi Jinping kemarin (15/6) menyampaikan pidato penting di depan Pertemuan Puncak ke-5 Konferensi Langkah Interaksi dan Saling Percaya Asia (CICA), yang digelar di Dushanbe, ibukota Tajikistan, dia memaparkan pendirian dan pendapat Tiongkok kepada negara-negara Asia untuk bersama-sama menghadapi tantangan, membentuk komunitas senasib Asia dan bersama-sama melangkah ke masa depan yang lebih indah. Pidato itu ditanggapi ramai dan positif oleh para pemimpin peserta dan wakil-wakil dari berbagai kalangan.

Dalam pidatonya, Presiden Xi Jinping menganjurkan visi indah atas perkembangan Asia, yakni harus membentuk satu Asia yang penuh dengan saling menghormati, saling percaya, aman dan stabil, berkembang dan makmur, terbuka dan inklusif, kerja sama dan inovasi. Presiden Xi menekankan, tercapainya visi tersebut membutuhkan upaya bersama semua pihak, mencurahkan tenaga untuk menangani baik masalah “defisit” di bidang kepercayaan, perdamaian, pembangunan dan pengelolaan.

Terkait “defisit kepercayaan, Presiden Xi menunjukkan, “saling menghormati dan saling percaya” adalah modus pergaulan antar para negara, setiap negara harus menghormati sistem politik dan jalan pembangunan yang dipilih masing-masing.

Terkait “defisit damai”, Presiden Xi menunjukkan, untuk mewujudkan keamanan keseluruhan negara Asia, harus mempertahankan “berdialog tapi tidak berlawan, bermitra tapi Non-blok”, khususnya dengan tegas memukul terorisme dalam segala bentuk, dari akarnya mencegah terjadinya pikiran ekstrimis.

Terkait “defisit pembangunan”, presiden Xi menekankan pandangan bahwa “pembangunan merupakan kunci umum untuk memecahkan segala masalah”, dia menyerukan semua pihak harus bersama-sama mendorong liberalisasi dan kemudahan perdagangan. Untuk itu Tiongkok akan melakukan sinergi antara inisiatif “Sabuk dan Jalan” dengan strategi pembangunan negara lain.

Terkait “defisit pengelolaan”, Presiden Xi menekankan, “tidak bisa menemukan jalan keluar di ruangan yang tertutup, jalan yang terbuka baru bisa lebar dan lancar”. Mengenai masalah “defisit pengelolaan” yang diakibatkan unilateralisme, proteksionisme dan penolakan globalisasi, Presiden Xi menegaskan bahwa semua negara harus memegang pandangan adab yang sama derajat, saling belajar, berdialog dan inklusif.

Dalam pidatonya di depan CICA, Presiden Xi sekali lagi menekankan keinginan dan langkah-langkah Tiongkok untuk menjalankan pembangunan yang damai, Tiongkok tidak akan mengupayakan kepentingan egois dengan merugikan orang, tidak akan bertentangan dengan negara-negara tetangga; Tiongkok akan terus menjalankan keterbukaan melalui produk publik internasional termasuk “Sabuk dan Jalan” serta “CIIE”. Tiongkok pun dengan tegas menentang proteksionisme, unilaterlisme, demi memelihara hak pembangunan adil setiap negara dan menjaga keadilan internasional.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok