Perekonomian Tiongkok Maju Di Tengah Ombak dan Badai

2019-06-11 11:30:13

Menurut data yang diumumkan Biro Administrasi Kepabeanan Tiongkok hari Senin kemarin, volume total ekspor impor Tiongkok pada lima bulan awal 2019 tercatat 12.1 triliun yuan RMB, atau meningkat 4,1 persen dibanding periode sama tahun lalu. Selama liburan Peh Cun belum lama lau, jumlah wisatawan dalam negeri naik 7,7 persen dan pendapatan pariwisata naik 8,6 persen dibanding periode sama tahun lalu. Dari angka tersebut terindikasi bahwa ekonomi Tiongkok yang tangguh dan kuat mampu menghadapi terpaan ombak dan badai apa pun yang muncul di hadapannya.

Yang patut diperhatikan ialah pada lima bulan awal tahun ini, perdagangan luar negeri Tiongkok menunjukkan dua ciri khas yang menonjol.

Pertama, laju pertumbuhan perdagangan umum atau General Trading Tiongkok mencapai 6,1 persen, dengan proporsinya dalam perdagangan luar negeri sebesar 1,1 persen. Ini menyatakan bahwa eskalasi industri Tiongkok tengah semakin menunjukkan efeknya, dan daya saingnya di pasar internasional sekian meningkat.

Kedua, pada lima bulan awal tahun ini, nilai perdagangan Tiongkok dan AS menurun 9,6 persen, namun ekspor impor Tiongkok dengan negara-negara Uni Eropa, ASEAN dan Jepang terus meningkat. Laju pertumbuhan perdagangan Tiongkok dengan negara-negara sepanjang jalur Satu Sabuk Satu Jalan lebih cepat 4,9 persen daripada laju pertumbuhan umum, yang berarti mitra perdagangan Tiongkok semakin bertambah, dan Tiongkok bisa meningkatkan kemampuannya menghadapi tekanan perdagangan dengan menyesuaikan diri dengan konfigurasi pasar internasional.

Saat ini ekonomi Tiongkok tidak lagi identik dengan laju dan agregat pertumbuhan. Perkembangan bermutu tinggi sudah menjadi salah satu simbol perekonomian Tiongkok. Sebagai informasi, konsumsi dalam negeri kini memberikan kontribusi sebesar 100 persen ke atas terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok, dan telah menjadi kekuatan definitif yang mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Ketergantungan ekonomi Tiongkok terhadap perdagangan luar negeri sudah menurun hingga 33 persen, dan struktur ekonominya terus dioptimalkan. Pada tahun 2018, belanja seluruh masyarakat untuk penelitian ilmu pengetahuan mencapai 2,18 persen produk domestik bruto (PDB), dengan tingkat kontribusinya terhadap ekonomi sebesar 58,5 persen. Dalam proses transformasi dan eskalasi tersebut, ekonomi Tiongkok sudah mengumpulkan kekuatan baru yang cukup untuk menghadapi terpaan dari mana pun.

Ekonomi Tiongkok yang maju di tengah ombak dan badai selalu merupakan instrumen stabilisasi ekonomi dunia dengan tingkat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 30 persen ke atas. Mantan Perdana Menteri Perancis, Jean-Pierre Raffarin pernah menyatakan, prediktabilitas ekonomi Tiongkok adalah salah satu karakteristik yang patut dihargai di dunia dewasa ini. Menurut Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (OECD), Tiongkok tetap akan berperan sebagai kontributor terbesar bagi pertumbuhan PDB global dalam jangka panjang.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok