Tiongkok Keluarkan Peringatan Dini Belajar ke AS

2019-06-04 12:26:35

Kementerian Pendidikan Tiongkok kemarin (3/6) mengumumkan peringatan dini belajar ke luar negeri No.1.

Berhubung pelajar Tiongkok yang melanjutkan studi ke AS, permohonan visa dipersulitkan,  masa pemeriksaan pemberian visa diperpanjang, masa berlaku visa diperpendek serta tingkat penolakan visa meningkat, sehingga menimbulkan dampak kepada pelajar Tiongkok yang melanjutkan studi di AS, Kementerian Pendidikan mengingatkan para siswa Tiongkok yang belajar ke AS harus meningkatkan evaluasi risiko, mengintensifkan kesadaran waspada dan melakukan baik persiapan.

Ini merupakan peringatan dini belajar ke luar negeri ke-63 yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Tiongkok sejak sistem ini diluncurkan pada 2003, “visa” adalah kata kunci dalam peringatan dini kali ini. Menurut berita, sejak 2018, dengan alasan “anti mata-mata”AS memberikan banyak gangguan pemberian visa kepada personil Tiongkok yang berkunjung ke AS.

Di bawah latar belakang eskalasi pertikaian Tiongkok-AS, kegiatan pertukaran pendidikan normal antar Tiongkok dan AS dipolitisasi AS, perbuatan ini tidak hanya merugikan kehormatan dan kepentingan pelajar Tiongkok , tapi juga mengganggu kerja sama dan pertukaran pendidikan antar kedua negara.

Patut dicatat, selama 40 tahun pembukaan hubungan diplomatik Tiongkok-AS, kerja sama pendidikan telah menjadi ikatan kuat antara kedua negara. Banyak pelajar yang melanjutkan studi ke AS pulang tanah air dan memberikan kontribusi sangat besar kepada pembangunan sosial Tiongkok, sebaliknya AS juga memperoleh pertumbuhan ekonomi dan daya pembangunan inovatif. Sekarang ini, Tiongkok adalah negara sumber siswa terbesar bagi AS atau mengambil 1/3 dalam jumlah siswa asing di AS. Pada 2017, pelajar Tiongkok kurang lebih menghabiskan dana sebesar US$ 13,9 miliar di AS.

Akan tetapi, dengan pikiran “pertarungan zero”, segelintir politikus AS  terus mengekang Tiongkok dari segi perdagangan, iptek hingga ke pertukaran dan kerja sama pendidikan, memfitnah Institut Konfusius adalah alat perluasan politik Tiongkok di AS dan menyalahkan pelajar Tiongkok sebagai “mata-mata”, bahkan menutup laboratorium yang diikut-sertai ilmuwan Tionghoa. Perbuatan itu bertujuan untuk membuat kepanikan di sosial AS, sehingga mewujudkan maksud politik yang tidak berani diumumkan.

Perbuatan politikus AS itu pun menimbulkan pertentangan domestik AS. Dua asosiasi perguruan tinggi AS baru-baru ini dalam pernyataannya menyatakan bahwa pelajar dari Tiongkok adalah sangat penting bagi penelitian ilmu pengetahuan AS.

Tiongkok bersedia meningkatkan kerja sama dan pertukaran pendidikan dengan negara-negara dunia, termasuk AS, tapi kerja sama itu harus dilakukan bersifat interaksi yang saling menghormati.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok