Kebohongan Pompeo Hanya Akan Mempercepat Resesi AS

2019-05-31 14:59:46

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo hari Rabu kemarin (29/5) dalam wawancara Fox Business mengklaim bahwa Huawei adalah ancaman terbesar terhadap ekonomi dan keamanan negara AS. Kata-kata yang dengan sengaja menghitamkan Tiongkok bertujuan untuk membantu Washington dengan alasan keamanan negara memukul perusahaan Tiongkok.

Dalam mata Pompeo, keamanan negara AS ialah hegomoninya dengan sewenang-wenangnya mengintervensi urusan intern negara-negara lain dan hak istimewa untuk melangar privasi warganegara manapun. Melalui Sekutu Lima Mata dan penyingkiran hukum negaranya sendiri mengawasi secara rahasia pemerintah dan warganegara negara-negara lain, tiap hari memonitor warga dengan memeriksa catatan hubungan telpon jutaan langganan. Perbuatan pengawasan terhadap warga seluruh dunia dan politikus negara-negara lain dengan memanfaatkan monopoli teknologi sangat mengagetkan orang. Pantasan pembawa acara CNN menyindir bahwa mana mungkin Huawei ingin mengawasi seluruh dunia? Itulah justru diinginkan AS.

Di mata Pompeo, keamanan negara AS adalah keunggulan mutlak dan hegomoni mutlak AS di bidang pembangunan jaringan 5G. AS tak pelak adalah negara perkasa iptek yang memimpin di dunia. AS dalam Strategi Keamanan Negara mengemukakan akan secara prioritas menempatkan jaringan 5G. Akan tetapi, karena Huawei menempati urutan pertam paten 5Gnya di dunia, Pempeo dan pengikutnya dengan tak segan-segan memblokade dan menfitnah Huawei sebagai rivalnya.

Mana mungkin sebuah perusahaan swasta Tiongkok bisa menjadi ancaman terbesar negara kuat nomor satu di dunia? Argumentasi itu sulit dipercaya dan hanya bisa diketawai orang. Di dunia tak ada keamanan mutlak, dan mutlak omong kosong kalau Pompeo dan pengikutnya mengejar keamanan mutlak. Penyalah-gunaan kekuatan negara oleh AS barulah ancaman terbesar bagi keamanan informasi seluruh dunia.

Sejumlah politikus AS berupaya menghitamkan Huawei, tapi tidak bisa mengemukakan bukti apapun. Maksudnya sudah jelas. Beberapa negara antara lain Inggeris dan Selandia Baru dengan aksinya menyatakan bahwa dirinya tidak akan dibohongi AS. Operator telekomuniasi banyak negara setelah mengadakan pemeriksaan ketat terhadap produk piranti keras dan piranti lunak Huawei juga belum dapat menemukan bahaya laten keamanan.

Opini Pompeo juga menimbulkan kehebohan di dalam negeri AS. Sejumlah perusahaan cip dengan sibuk secara prioritas menyediakan produknya kepada Tiongkok sebelum larangan mulai berlaku. Bloomburg dalam artikelnya mengatakan, mencekik perusahaan Tiongkok mungkin akan menyulitkan AS sendiri. Banyak perusahaan besar seperti Microsoft dan  GM khawatir, larangan pemerintah akan menghambat daya saing pasar mereka dan memperlemah kemampuan inovasi AS, juga akan mengisolasikan AS sehingga AS kehilangan kepercayaan di dunia dan kepentingan AS dirugikan.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok